Perkuat Irigasi Pertanian, Babinsa Ketaon dan Warga Bangun Talud

  • Bagikan
IMG 20260826 WA0030

BOYOLALI — Upaya memperkuat infrastruktur pertanian terus dilakukan melalui kerja sama antara TNI dan masyarakat. Babinsa Koramil 08/Banyudono, Kodim 0724/Boyolali, Sertu S. Anwar, bersama warga Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, melaksanakan karya bakti pembangunan talud di sepanjang saluran irigasi pertanian, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pekerjaan fisik untuk memperbaiki saluran pengairan, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat. Saluran irigasi memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan air bagi lahan persawahan, terutama ketika kebutuhan pengairan meningkat.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa dan warga bekerja secara bergotong royong membangun talud pada sisi saluran irigasi. Pembangunan konstruksi tersebut ditujukan untuk memperkuat tebing saluran sekaligus menahan tanah agar tidak mudah longsor akibat aliran air maupun kondisi lingkungan.

Keberadaan talud juga diharapkan dapat mengurangi risiko erosi yang berpotensi menggerus sisi saluran. Jika dibiarkan, erosi dapat menyebabkan saluran mengalami kerusakan, pendangkalan, bahkan mengganggu distribusi air menuju area persawahan.

Dengan kondisi saluran yang lebih kokoh, aliran air diharapkan dapat berlangsung secara lebih stabil. Hal itu menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian dan menjaga produktivitas petani di wilayah Desa Ketaon.

Sertu S. Anwar mengatakan, karya bakti bersama masyarakat merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan warga di wilayah binaannya.

“Dengan adanya talud ini, kami berharap saluran irigasi lebih kuat, tidak mudah longsor maupun terkikis, sehingga aliran air ke persawahan tetap lancar dan dapat mendukung para petani,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendukung pertanian akan memberikan manfaat apabila dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawatnya. Karena itu, keterlibatan warga dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting agar sarana irigasi dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.

Lebih dari pembangunan fisik, kegiatan karya bakti tersebut juga memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat menjadi penghubung yang mempererat komunikasi antara TNI dan warga dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan desa.

Sinergi tersebut menjadi modal sosial dalam mendukung pembangunan desa. Dengan infrastruktur irigasi yang terjaga dan partisipasi masyarakat yang kuat, sektor pertanian di Desa Ketaon diharapkan dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan warga.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *