SRAGEN — Aktivitas panen jagung di Dukuh Tirto Mulyo, Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Senin (24/8/2026), berlangsung dalam suasana akrab. Di tengah kesibukan petani memanen hasil tanaman, Babinsa Desa Gesi Sertu Heri Purnomo bersama anggota Koramil 12/Gesi turut turun ke lahan untuk membantu pekerjaan warga sekaligus membangun komunikasi sosial (Komsos).
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas panen tersebut tidak sekadar menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial. Interaksi langsung dengan petani dinilai penting untuk memahami kondisi warga sekaligus memperoleh gambaran mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Sertu Heri Purnomo mengatakan, komunikasi sosial dengan para petani dilakukan secara rutin sebagai upaya menjaga kedekatan antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Menurutnya, suasana kerja di lahan pertanian justru menjadi ruang yang efektif untuk membangun komunikasi secara lebih terbuka dan natural.
“Ketika petani sedang panen seperti ini, kami manfaatkan untuk berkomunikasi sekaligus membantu pekerjaan mereka. Dari obrolan langsung, kami bisa mengetahui kondisi dan kendala yang dihadapi petani,” ujar Sertu Heri Purnomo.
Menurut dia, keberadaan Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab untuk senantiasa mengetahui perkembangan wilayah binaan. Karena itu, Babinsa tidak hanya hadir ketika terdapat kegiatan resmi, tetapi juga berupaya menyatu dengan berbagai aktivitas keseharian warga.
“Babinsa akan terus berupaya hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga binaan,” imbuhnya.
Bagi petani, kehadiran aparat kewilayahan secara langsung di tengah kegiatan pertanian memiliki arti tersendiri. Selain mendapatkan tambahan tenaga saat bekerja, warga memiliki kesempatan untuk menyampaikan kondisi maupun persoalan yang mereka hadapi secara langsung.
Salah seorang petani, Asmaun, mengapresiasi keterlibatan Babinsa yang bersedia turun membantu proses panen. Ia menilai kehadiran tersebut membuat pekerjaan petani terasa lebih ringan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat.
“Kami senang Babinsa mau datang dan ikut membantu panen. Kehadiran beliau membuat pekerjaan terasa lebih ringan. Selain membantu tenaga, kami juga bisa menyampaikan kondisi pertanian secara langsung. Semoga komunikasi seperti ini terus terjalin dan Babinsa selalu dekat dengan petani,” kata Asmaun.
Ia menambahkan, perhatian dan komunikasi yang dibangun aparat di tingkat desa turut memberikan semangat kepada masyarakat untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu sumber penghidupan warga.
Bagi petani, dukungan semacam itu tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk bantuan material. Kehadiran, perhatian, serta kesediaan mendengarkan persoalan warga juga menjadi bentuk dukungan yang memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat desa.
Panen jagung di Dukuh Tirto Mulyo pun berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Babinsa dan warga saling membantu menyelesaikan pekerjaan, sembari bertukar informasi mengenai kondisi pertanian dan kehidupan masyarakat.
Interaksi sederhana di tengah hamparan lahan pertanian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa komunikasi sosial dapat dibangun melalui berbagai ruang kehidupan masyarakat. Bagi Babinsa, kedekatan dengan warga menjadi fondasi penting untuk memahami dinamika wilayah sekaligus menjaga hubungan yang harmonis antara aparat kewilayahan dan masyarakat.












