MANGGARAI, NTT — Upaya pemulihan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur terus dilakukan secara terpadu. Korps Brimob Polri tidak hanya mendukung proses evakuasi, tetapi juga hadir melalui pendampingan psikologis bagi anak-anak pengungsi, pelayanan kesehatan, hingga pengamanan barang-barang berharga milik warga.
Rangkaian kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung pada Minggu (23/8/2026) di sejumlah lokasi terdampak di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memperkuat rasa aman selama masa pemulihan pascagempa.
Di Posko Pengungsian Barangkolong, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, sebanyak 10 personel Korbrimob Polri yang dipimpin AKP Roy Ronaldo Dansu melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi.
Pendampingan psikologis itu dikemas melalui permainan dan interaksi yang melibatkan anak-anak secara langsung. Suasana pengungsian yang sebelumnya diwarnai ketidakpastian perlahan berubah menjadi lebih hangat ketika anak-anak diajak bermain dan berkomunikasi dalam suasana yang menyenangkan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membantu anak-anak menghadapi tekanan psikologis setelah mengalami situasi akibat gempa. Melalui aktivitas yang sederhana namun interaktif, mereka diberi ruang untuk kembali bermain, berkomunikasi, dan membangun suasana positif di tengah kondisi pengungsian.
Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Sejumlah orang tua yang berada di lokasi juga menyambut positif pendampingan tersebut. Bagi mereka, kehadiran kegiatan trauma healing memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk sejenak mengalihkan perhatian dari suasana pengungsian dan kembali berinteraksi secara wajar dengan lingkungan sekitarnya.
Dukungan kemanusiaan Korbrimob tidak berhenti pada pendampingan psikologis. Pada pukul 08.22 WITA, Tim Kesehatan Korbrimob yang dipimpin Iptu dr. David Yohan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Pasar TPI (Tempat Pelelangan Ikan), Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai.
Dalam kegiatan tersebut, petugas membagikan vitamin secara gratis kepada warga. Pelayanan ini dilakukan sebagai bagian dari perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat selama masa pemulihan pascagempa.
Pemberian vitamin sekaligus menjadi bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat. Di tengah aktivitas warga yang mulai kembali berjalan, dukungan kesehatan diperlukan untuk menjaga kebugaran dan memastikan masyarakat tetap memperoleh perhatian selama menghadapi dampak bencana.
Sementara itu, di Kabupaten Manggarai Timur, dukungan kemanusiaan diwujudkan melalui kegiatan evakuasi barang-barang berharga milik warga.
Sebanyak 15 personel Satgas SAR Korbrimob Polri BKO Polda NTT di bawah pimpinan Ipda Ahmad Hariri melaksanakan evakuasi barang berharga di Desa Satar Padut, Kampung Nanga Lirang, Kecamatan Lamba Leda Utara.
Evakuasi dilakukan untuk membantu masyarakat mengamankan barang-barang penting dari wilayah terdampak. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko yang dapat muncul akibat kondisi bangunan maupun lingkungan yang masih terdampak pascagempa.
Kehadiran personel di lokasi menjadi penting karena proses pemulihan tidak hanya menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek keamanan harta benda dan perlindungan warga dari potensi risiko lanjutan.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Evakuasi, kesehatan, serta pemulihan kondisi psikologis masyarakat merupakan bagian yang saling berkaitan dalam proses mengembalikan kehidupan warga menuju kondisi normal.
Melalui personel yang diterjunkan langsung ke tengah masyarakat, Korps Brimob Polri terus memperkuat dukungan kemanusiaan di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur. Kehadiran tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi beban warga, tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan moral selama proses pemulihan berlangsung.












