Jelang May Day, Polres Bojonegoro dan RS Bhayangkara Fasilitasi MCU Gratis bagi Pekerja

  • Bagikan
IMG 20260422 WA0032

Bojonegoro, — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, inisiatif pelayanan publik berbasis kesehatan digelar di Bojonegoro, menandai pendekatan yang lebih humanis dalam relasi antara aparat negara dan komunitas pekerja. Kepolisian Resor setempat bekerja sama dengan RS Bhayangkara Wahyu Tutuko menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau medical check up (MCU) gratis bagi para buruh, Selasa (21/4/2026).

Program ini ditujukan bagi pekerja yang tergabung dalam Konfederansi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan berlangsung di fasilitas kesehatan milik kepolisian yang terletak di pusat kota. Sejak pagi hari, puluhan buruh tampak memadati lokasi kegiatan untuk memperoleh layanan pemeriksaan yang meliputi evaluasi kesehatan dasar hingga deteksi dini penyakit.

Kepala Kepolisian Resor Bojonegoro, Afrian Satya Permadi, menekankan bahwa kesehatan pekerja merupakan fondasi utama dalam menjaga produktivitas ekonomi. Ia menyatakan bahwa langkah preventif melalui pemeriksaan rutin sangat penting, terutama bagi buruh yang menjalani aktivitas fisik intensif setiap hari.

Pemeriksaan ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius,” ujarnya.

Lebih dari sekadar layanan medis, kegiatan ini mencerminkan strategi pendekatan sosial yang lebih luas dari institusi kepolisian. Dalam konteks menjelang May Day, yang kerap diwarnai dinamika sosial, pendekatan berbasis pelayanan dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik serta menjaga stabilitas wilayah.

Afrian menambahkan bahwa kehadiran kepolisian tidak hanya terbatas pada fungsi keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri, memberikan manfaat langsung yang dirasakan oleh para pekerja,” katanya.

Dari pihak serikat pekerja, apresiasi disampaikan oleh Ketua Umum SPSI RTMM Bojonegoro, Anis Yuliati. Ia menilai program ini sebagai langkah konkret yang memperlihatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan buruh, sekaligus memperkuat hubungan antara pekerja dan aparat.

Menurut Anis, sinergi yang telah terjalin antara serikat pekerja dan kepolisian selama ini berperan penting dalam menjaga komunikasi yang konstruktif terkait isu-isu ketenagakerjaan. Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut demi menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.

Dengan mengedepankan pendekatan preventif dan humanis, kegiatan ini menjadi cerminan perubahan paradigma pelayanan publik, di mana keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam pembangunan sosial.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *