Banjir Berulang di Bojonegoro, Teguran Nurul Azizah Sentil Kinerja Cipta Karya

  • Bagikan
Oplus
Oplus_131072

Bojonegoro, — Hujan deras yang mengguyur Bojonegoro pada Selasa, 21 April 2026, kembali menyebabkan genangan di sejumlah ruas utama kota yang mengganggu lalu lintas dan aktivitas warga, sekaligus memunculkan sorotan terhadap kinerja Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya yang dinilai belum mampu mengatasi persoalan drainase secara optimal.

Genangan air meluas di kawasan Kelurahan Kauman hingga sekitar Apotek Pangsud, bahkan mencapai ruas jalan menuju rumah dinas Bupati, menutup sebagian badan jalan, memperlambat arus lalu lintas, serta mengganggu aktivitas warga yang melintas di kawasan tersebut.

Sepulang kantor, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, S.E., M.Si., mendapati banjir menggenangi jalan di depan rumah dinasnya, Ia pun segera turun ke lokasi dengan sigap sambil membawa payung, sekaligus langsung menghubungi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Satito Hadi, S.T., M.T., guna meminta penanganan cepat.

Dalam video yang viral di akun TikTok milik Nurul Azizah, ia menyampaikan teguran langsung kepada Satito Hadi, S.T., M.T., dengan menyoroti konsep pembangunan trotoar yang dinilai belum mampu mengantisipasi genangan air, sekaligus meminta evaluasi menyeluruh dan langkah cepat agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap kali hujan turun.

Di isi vidio tersebut Nurul Azizah mengungkapkan, Assalamualaikum, Pak Tito. Waduh, Pak Tito, ini bagaimana konsep pembangunan trotoar sebelumnya? Ini ada PR dari Pak Bupati, bagaimana supaya banjir kota bisa tertangani. Masa setiap hujan sekarang  Ngendon? Dulu konsep pembangunan trotoar ini seperti apa? Ini harus menjadi perhatian serius. Padahal sekarang sudah ada pompa yang dipasang. Ayo segera dirapatkan agar banjir bisa teratasi. Ini perintah Pak Bupati, mau tidak mau harus kita realisasikan. Nggih, Pak Tito. Terima kasih, terima kasih.”ungkapnya dengan nada tegas.

Pernyataan tersebut menjadi viral dan memicu perhatian luas publik karena dinilai mencerminkan kekecewaan atas persoalan yang terus berulang. Ia juga menegaskan instruksi pimpinan daerah agar persoalan banjir segera ditangani secara serius dan terkoordinasi.

Pengamat kebijakan publik Zuhdan Haris Zamzami, S.T., S.H., menilai genangan di kawasan Kauman dan ruas jalan utama saat hujan deras bukan sekadar faktor cuaca, melainkan cerminan kegagalan perencanaan dan buruknya integrasi sistem drainase. Ia menyebut pembangunan yang tidak berbasis kajian tata air hanya akan memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain, tanpa pernah menghadirkan penyelesaian yang tuntas.

Trotoar dibangun tanpa memperhitungkan aliran air, hasilnya jelas, setiap hujan pasti tergenang. Ini bukan kejadian baru, ini pola lama yang terus dibiarkan,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, evaluasi tidak boleh setengah hati. Perbaikan harus dimulai dari hulu, dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan, agar pembangunan tidak berhenti sebagai proyek fisik yang tampak, tetapi benar-benar berfungsi bagi masyarakat.

Peristiwa ini kembali menempatkan DPKPCK dalam sorotan tajam publik. Evaluasi menyeluruh dan langkah konkret kini menjadi tuntutan yang tak bisa ditunda, agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan tidak sekadar menjadi proyek fisik tanpa fungsi optimal.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *