Bojonegoro – Upaya penguatan ketahanan pangan nasional kembali mendapat momentum melalui sinergi lintas sektor di Kabupaten Bojonegoro. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) ke-46, Polres Bojonegoro bersama YKB Cabang Bojonegoro menggandeng Perum Perhutani KPH Bojonegoro dalam kegiatan penanaman jagung dan ketela di kawasan hutan produktif.
Kegiatan yang berlangsung di Petak 127b, RPH Sampang, BKPH Dander, Rabu (22/4/2026) itu menjadi simbol kolaborasi antara aparat kepolisian, lembaga kehutanan, organisasi pendamping keluarga besar Polri, serta masyarakat petani hutan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, Wakil Administratur Bojonegoro Barat Perum Perhutani Kiswanto, jajaran pejabat utama Polres, Ketua YKB Cabang Bojonegoro Ny. Dita Afrian beserta pengurus, unsur Forkopimca Temayang, serta kelompok tani sekitar kawasan hutan.
Dalam rangkaian kegiatan, Kapolres bersama Ketua YKB secara simbolis menyerahkan bantuan pupuk kepada kelompok tani. Penyerahan ini menjadi bentuk dukungan awal dalam meringankan beban produksi pertanian sebelum memasuki masa tanam. Usai seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman jagung dan ketela secara bersama-sama di lahan yang telah disiapkan.
Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan organisasi, tetapi juga wujud nyata kontribusi institusi kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, Perhutani, Bhayangkari, dan masyarakat dalam mengelola potensi lahan hutan secara produktif tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi semacam ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua YKB Cabang Bojonegoro, Ny. Dita Afrian, menyampaikan bahwa bantuan stimulan berupa sarana produksi pertanian diharapkan dapat membantu petani pada tahap awal pengolahan lahan. Dengan demikian, beban biaya produksi dapat ditekan dan hasil panen yang diperoleh diharapkan lebih optimal.
Dari sisi pengelolaan kawasan hutan, Wakil Administratur Bojonegoro Barat Perum Perhutani, Kiswanto, menegaskan komitmen pihaknya dalam membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat. Ia menilai pemanfaatan lahan hutan melalui skema produktif bersama petani hutan atau LMDH merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan.
Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bersinergi dengan kepolisian maupun pemerintah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa pendekatan kolaboratif antara institusi negara dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret atas tantangan pangan, sekaligus memperkuat hubungan antara pengelola kawasan hutan dan warga sekitar secara berkelanjutan.












