Instiper Yogyakarta Gandeng Yonif TP 449/SH, Perkuat Keterampilan Prajurit di Bidang Pertanian

  • Bagikan
IMG 20260901 WA0177

SUKOHARJO — Upaya memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia mendapat perhatian dari Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta. Perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan sektor perkebunan dan pertanian tersebut melakukan kunjungan ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 449/SH di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan yang dipimpin Dekan Fakultas Kehutanan Instiper Yogyakarta, Dr. Ir. Rawana, MP, itu diterima langsung oleh Komandan Yonif TP 449/SH, Mayor Inf Edy Riwanto, S.T.Han., S.I.P., beserta jajaran staf.

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Kedua pihak membahas peluang kerja sama dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan teknis di bidang pertanian bagi para prajurit Yonif TP 449/SH.

Melalui kerja sama tersebut, Instiper Yogyakarta diharapkan dapat memberikan pendampingan, bimbingan, serta pelatihan mengenai ilmu dan praktik pertanian. Pengetahuan itu nantinya diharapkan dapat diterapkan secara langsung oleh para prajurit, sehingga keberadaan Yonif TP 449/SH tidak hanya memiliki dimensi pertahanan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam rangka melihat secara langsung potensi yang telah dikembangkan di satuan, rombongan Instiper Yogyakarta bersama Danyonif dan staf meninjau sejumlah fasilitas budidaya. Salah satunya adalah rumah budidaya maggot serta lokasi pembuatan pupuk kompos.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan kerja sama, karena pengelolaan limbah organik melalui budidaya maggot dan produksi pupuk kompos dapat dikembangkan sebagai bagian dari sistem pertanian yang berkelanjutan.

Mayor Inf Edy Riwanto menyambut positif kunjungan dan rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, transfer pengetahuan dari kalangan akademisi akan memberikan nilai tambah bagi kemampuan prajurit, khususnya dalam mengembangkan keterampilan di luar tugas utama kemiliteran.

“Kami selaku Danyonif mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak dari Instiper Yogyakarta yang sudah berkenan hadir langsung. Kami berharap kehadiran bapak-bapak akan memberikan dampak positif bagi anggota Yonif TP 449/SH. Mudah-mudahan transfer ilmu yang akan diberikan Instiper Yogyakarta kepada anggota kami dapat diserap dan diaplikasikan dalam bidang pertanian,” ujar Mayor Edi.

Sementara itu, Dr. Ir. Rawana, MP, menyatakan pihaknya menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia menilai prajurit Yonif TP 449/SH memiliki potensi untuk mengembangkan keterampilan fungsional di bidang pertanian dan peternakan.

Menurut Rawana, kemampuan tersebut dapat menjadi modal penting bagi prajurit untuk ikut berkontribusi dalam program ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan masyarakat di sekitarnya.

“Saya baru tahu bahwa ada tentara yang tidak hanya dibekali ilmu perang saja di Yonif TP 449/SH ini. Prajurit Yonif TP tidak hanya mahir dalam taktik tempur dan menjaga kedaulatan, tetapi juga memiliki keahlian fungsional untuk mengelola sektor pertanian dan peternakan,” kata Rawana.

Ia menambahkan, Instiper Yogyakarta siap memberikan bimbingan dan pelatihan di bidang pertanian sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dapat dikembangkan di lingkungan Yonif TP 449/SH.

“Semoga kerja sama dan ilmu yang diberikan nantinya dapat bermanfaat bagi prajurit Yonif TP 449/SH,” imbuhnya.

Kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dan satuan TNI tersebut menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk dunia akademik dan institusi pertahanan.

Bagi Yonif TP 449/SH, peningkatan kompetensi prajurit di bidang pertanian dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan produktif dan mendukung program ketahanan pangan. Sementara bagi Instiper Yogyakarta, kolaborasi tersebut membuka ruang bagi penerapan pengetahuan akademik secara lebih luas di tengah masyarakat.

Dengan sinergi tersebut, diharapkan keterampilan pertanian para prajurit semakin berkembang dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi internal satuan maupun masyarakat. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan yang tidak hanya bertumpu pada produksi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas manusia yang mengelolanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *