BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali membuka ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui Seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Bojonegoro 2026.
Mengangkat tema “Mencetak Generasi Qur’ani yang Unggul, Berakhlak, dan Membanggakan!”, ajang tersebut tidak sekadar diarahkan untuk mencari juara. Pemerintah daerah menempatkan MTQ sebagai bagian dari proses pembinaan generasi yang memiliki kemampuan keagamaan, karakter kuat, serta prestasi yang dapat membawa nama Bojonegoro ke tingkat lebih tinggi.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Dian Rokhmawati, mengatakan penyelenggaraan seleksi dirancang agar potensi peserta dapat digali secara lebih luas, termasuk hingga wilayah kecamatan dan desa.
“Seleksi MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam membumikan Al-Qur’an serta membina karakter generasi muda agar tumbuh unggul, berakhlak mulia, dan berprestasi,” ujar Dian.
Kesempatan bagi masyarakat untuk mendaftarkan diri dibuka mulai 20 Agustus hingga 20 September 2026. Peserta harus memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan panitia, antara lain berstatus sebagai warga asli atau memiliki KTP Kabupaten Bojonegoro.
Dokumen yang harus disiapkan mencakup daftar riwayat hidup, KTP atau kartu keluarga (KK), serta akta kelahiran.
Setelah tahap pendaftaran selesai, proses seleksi akan berlangsung secara bertahap. Seleksi tingkat kecamatan dijadwalkan pada 24–27 September 2026, sedangkan seleksi tingkat Kabupaten Bojonegoro akan dilaksanakan pada 10–11 Oktober 2026.
Untuk menjangkau peserta dari seluruh wilayah, seleksi tingkat kecamatan dibagi dalam tiga zona, yakni Zona Timur, Zona Tengah, dan Zona Barat.
Zona Timur meliputi Kecamatan Kepohbaru, Baureno, Kedungadem, Sugihwaras, Sukosewu, Balen, Kanor, Sumberrejo, dan Kapas.
Zona Tengah mencakup Kecamatan Bojonegoro, Dander, Temayang, Bubulan, Trucuk, Malo, Kalitidu, Ngasem, Gondang, dan Sekar.
Sementara Zona Barat terdiri atas Kecamatan Margomulyo, Ngraho, Padangan, Ngambon, Tambakrejo, Kasiman, Kedewan, Gayam, dan Purwosari.
MTQ Kabupaten Bojonegoro 2026 mempertandingkan enam cabang utama yang mencerminkan beragam kemampuan dalam memahami dan mengembangkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Cabang tersebut meliputi Tilawah Al-Qur’an, Hifzh Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Khath Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Pada cabang Tilawah Al-Qur’an, peserta dapat mengikuti sejumlah kategori, mulai dari Tartil, Anak-anak, Remaja, Dewasa hingga Cacat Netra.
Sementara itu, cabang Hifzh Al-Qur’an memberikan ruang bagi para penghafal Al-Qur’an melalui kategori hafalan 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz.
Untuk Fahm Al-Qur’an dan Syarh Al-Qur’an, perlombaan dilaksanakan secara berkelompok dengan peserta dari jenjang MTs/SMP serta MA/SMA.
Bidang seni tulisan Al-Qur’an juga mendapat tempat melalui cabang Khath Al-Qur’an. Peserta dapat berkompetisi dalam kategori Naskah atau Penulisan Buku, Hiasan Mushaf, Dekorasi, dan Kontemporer.
Adapun Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an ditujukan bagi peserta dengan batas usia maksimal 23 tahun, memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menggali perspektif keilmuan yang bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an.
Di balik kompetisi tersebut, Pemkab Bojonegoro ingin memastikan MTQ memiliki dampak yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat. Kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an diharapkan berjalan beriringan dengan pemahaman, penghayatan, serta pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, sekolah, madrasah, pondok pesantren, organisasi keagamaan, keluarga, dan masyarakat memiliki peran penting untuk menemukan talenta-talenta muda yang selama ini mungkin belum mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dian mengajak generasi muda Bojonegoro yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut.
“Kami mengimbau seluruh generasi muda Bojonegoro yang memiliki bakat dan keahlian di bidang keagamaan untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Melalui MTQ 2026, pemerintah daerah berharap kompetisi tersebut menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Para peserta tidak hanya dipersiapkan untuk meraih prestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga memiliki fondasi untuk berkompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Dengan demikian, MTQ diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi salah satu wadah strategis untuk melahirkan generasi Bojonegoro yang memiliki kecakapan, integritas, dan karakter Qur’ani.
Informasi lengkap mengenai mekanisme pendaftaran dan Petunjuk Teknis (Juknis) dapat diperoleh melalui kode QR resmi yang disediakan panitia. Informasi lebih lanjut juga dapat dikonfirmasi melalui kontak panitia di 0823-5911-4008.












