Cantika Wahono Tegaskan Komitmen TP PKK Bojonegoro Cegah Stunting dan Dorong UMKM Naik Kelas

  • Bagikan
1000412116

BOJONEGORO — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro memperkuat langkah pemberdayaan masyarakat melalui kunjungan lapangan ke Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program pemberdayaan keluarga dengan sejumlah prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kunjungan itu, TP PKK meninjau sejumlah layanan dasar dan potensi ekonomi masyarakat. Lokasi yang dikunjungi meliputi Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Rumah Disabilitas, serta home industry keripik pisang Haza Food.

Tim juga melihat secara langsung pengembangan ayam petelur mandiri melalui program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) yang dijalankan Mujianto. Usaha tersebut saat ini memiliki 96 ekor ayam petelur dan menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat mengembangkan program secara mandiri untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengatakan pengembangan GAYATRI menjadi salah satu fokus pembinaan karena program tersebut tidak hanya berkaitan dengan peternakan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi.

“Temanya ada empat. Pertama pengembangan GAYATRI. Kalau GAYATRI merupakan program Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, tetapi yang kita lihat di sini adalah pengembangan GAYATRI yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” ujar Cantika.

Selain pemberdayaan ekonomi, TP PKK menempatkan pencegahan stunting sebagai agenda penting dalam pembinaan masyarakat. Cantika menyebut angka stunting di Bojonegoro terus menunjukkan penurunan. Meski demikian, capaian tersebut dinilai harus diikuti dengan penguatan pencegahan agar tidak muncul kasus baru.

Menurut dia, persoalan stunting tidak berhenti pada kondisi kesehatan anak, tetapi dapat memberikan dampak berantai terhadap perkembangan kecerdasan hingga produktivitas seseorang di masa depan.

“Stunting di Bojonegoro angkanya turun. Harapan kita angka stunting terus kita tekan, jangan sampai muncul kasus stunting baru. Karena stunting ini efeknya seperti mata rantai, bisa berdampak pada kesehatan, kecerdasan, hingga produktivitas,” jelasnya.

Karena itu, penguatan layanan Posyandu menjadi bagian penting dari strategi pencegahan. Posyandu dengan enam SPM diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok ibu dan anak.

TP PKK juga mendorong tumbuhnya kesadaran mengenai kawasan tanpa rokok. Upaya tersebut, menurut Cantika, perlu dimulai dari lingkungan paling dekat dengan keluarga, yakni rumah.

“Kawasan tanpa rokok kita mulai bangun kesadarannya mulai dari rumah, agar menjadi lingkungan sehat dan bebas paparan asap rokok, sehingga anak-anak kita dapat tumbuh sehat dan optimal,” tuturnya.

Cantika menegaskan, pembinaan TP PKK tidak hanya bertumpu pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada pelaksanaan program berbasis data. Pendekatan tersebut diselaraskan dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TP PKK dan kemudian diterjemahkan oleh masing-masing kelompok kerja (Pokja) sesuai kebutuhan di lapangan.

Data mengenai kondisi masyarakat menjadi salah satu pijakan dalam menentukan intervensi, termasuk dalam penanganan stunting.

“Berbasis data juga, berapa anak stunting dan sebagainya. Kolaborasi lintas sektor juga kita lakukan,” kata Cantika.

Pendekatan lintas sektor dinilai penting karena persoalan keluarga dan masyarakat memiliki dimensi yang saling berkaitan. Kesehatan, pendidikan, perlindungan kelompok rentan, hingga penguatan ekonomi keluarga tidak dapat ditangani secara terpisah.

Di sektor ekonomi, TP PKK turut memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Potensi usaha masyarakat seperti home industry dipandang memiliki ruang yang besar untuk berkembang apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

Pendampingan tersebut mencakup aspek legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran merek, hingga sertifikasi halal. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus membuka akses UMKM terhadap pasar yang lebih luas.

“Untuk NIB, pendaftaran merek, UMKM halal, kita kerja sama lintas sektor untuk UMKM naik kelas. Ke depan juga semoga ada bimbingan teknis,” ungkapnya.

Dengan demikian, kunjungan TP PKK ke Desa Gedongarum tidak sekadar menjadi agenda pemantauan, melainkan bagian dari proses memastikan program pemberdayaan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Cantika menegaskan, berbagai kegiatan pembinaan tersebut diarahkan untuk membangun sinergi antara TP PKK dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kolaborasi di tingkat desa diharapkan mampu memperkuat capaian pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

“Ini sudah sejalan semua dengan prioritas Pemkab. Akan kita lakukan kolaborasi dan sinergi agar tercapai Bojonegoro bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkas Cantika.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *