BOYOLALI — Upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan akhlak, tetapi juga memiliki kedisiplinan serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa, terus dilakukan melalui pembinaan di lingkungan pendidikan keagamaan.
Hal itu tercermin dalam kegiatan yang dilakukan Babinsa Desa Senting Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali, Serma Heri Susanto, saat memberikan pembinaan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada para santri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Dukuh Kencuran, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat yang diarahkan untuk memperkuat karakter generasi muda melalui pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan. Para santri diajak memahami arti penting cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di hadapan para santri, Serma Heri Susanto menekankan bahwa nasionalisme tidak berhenti pada pemahaman mengenai simbol-simbol negara. Nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Materi wawasan kebangsaan kemudian dipadukan dengan latihan PBB. Melalui latihan tersebut, para santri dibiasakan untuk mengikuti instruksi secara tepat, menjaga kekompakan, serta membangun rasa tanggung jawab dalam kelompok.
PBB juga menjadi sarana untuk melatih ketertiban dan kedisiplinan. Setiap gerakan menuntut konsentrasi, kepatuhan terhadap aturan, dan koordinasi antarpeserta. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terbawa dalam kehidupan para santri, baik di lingkungan pesantren maupun ketika mereka kembali berinteraksi dengan masyarakat.

Para santri mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Suasana latihan berlangsung penuh semangat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang menanamkan pentingnya kebersamaan dan kepemimpinan sejak usia muda.
Serma Heri Susanto mengatakan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, pembentukan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka memiliki ketahanan pribadi dalam menghadapi perubahan dan berbagai tantangan perkembangan zaman.
“Harapannya, para santri tidak hanya memiliki ilmu dan akhlak yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang cinta tanah air, disiplin, tangguh, dan siap menjaga persatuan serta keutuhan NKRI,” ujarnya.
Pembinaan semacam ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui berbagai ruang, termasuk pesantren. Perpaduan antara pendidikan keagamaan, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki fondasi moral sekaligus kesadaran kuat sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Dengan karakter yang kuat dan wawasan kebangsaan yang memadai, para santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi penerus yang berilmu, tetapi juga mampu mengambil peran positif dalam menjaga persatuan, membangun lingkungan sosial yang harmonis, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia.












