BOYOLALI — Kemarau panjang mulai menekan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Boyolali. Di Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, menipisnya sumber air mendorong hadirnya bantuan kemanusiaan berupa delapan tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Bantuan tersebut disalurkan pada Selasa (8/9/2026) dengan pendampingan Babinsa Koramil 17/Wonosegoro, Kodim 0724/Boyolali, Sertu Ali Mufid. Distribusi dilakukan untuk membantu warga yang menghadapi keterbatasan air akibat berlangsungnya musim kemarau.
Bantuan air bersih itu berasal dari kepedulian sejumlah anggota TNI Angkatan Darat yang merupakan putra asli Boyolali dan kini bertugas di satuan Kostrad serta Korem 074/Wrt. Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk dukungan langsung kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Sertu Ali Mufid menjelaskan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sebanyak delapan tangki air bersih telah kami distribusikan kepada warga Desa Bojong. Bantuan ini merupakan kepedulian anggota TNI AD yang merupakan putra asli Boyolali dan berdinas di Kostrad serta Korem 074/Wrt untuk membantu masyarakat yang terdampak kemarau panjang,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam proses distribusi bukan sekadar mendampingi penyaluran bantuan. Kehadiran aparat kewilayahan juga dimaksudkan untuk memastikan proses berjalan tertib, aman, serta bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
“Kami hadir untuk mendampingi dan memastikan bantuan air bersih dapat diterima warga yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat,” kata Sertu Ali Mufid.
Bagi warga, bantuan tersebut memiliki arti penting karena air merupakan kebutuhan mendasar yang semakin sulit diperoleh selama kemarau berkepanjangan.
Sumi, warga Bogor Kopen, Desa Bojong, menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur dan anggota TNI AD yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Banyak-banyak terima kasih kepada para donatur. Semoga Bapak dan Ibu TNI yang asli Boyolali diberikan kesehatan, kelancaran dan rezeki yang barokah beserta seluruh keluarganya,” tuturnya.
Penyaluran delapan tangki air bersih ini menjadi bentuk nyata gotong royong antara masyarakat, para donatur, dan jajaran TNI dalam menghadapi dampak musim kemarau. Ketika sumber-sumber air mulai menyusut, bantuan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan praktis warga, tetapi juga menghadirkan rasa bahwa masyarakat tidak menghadapi kesulitan itu seorang diri.
Bagi warga Desa Bojong, air yang didistribusikan bukan sekadar bantuan. Ia menjadi penyangga kehidupan sehari-hari sekaligus tanda bahwa kepedulian masih mengalir di tengah musim kemarau yang panjang.












