47 Kantong Darah Terkumpul di Padangan, PMI Bojonegoro Perkuat Gerakan Donor Sukarela

  • Bagikan
1000419303

BOJONEGORO — Gerakan kemanusiaan melalui donor darah terus digelorakan di Kabupaten Bojonegoro. Kali ini, layanan donor darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro digelar di Puskesmas Padangan, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebanyak 47 kantong darah berhasil dikumpulkan melalui layanan donor yang diselenggarakan bersama Puskesmas Padangan dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bojonegoro.

Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Puskesmas Padangan, para pendonor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan layanan donor darah.

Menurut Ninik, donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi memiliki arti penting bagi masyarakat. Setiap darah yang disumbangkan berpotensi membantu pasien yang membutuhkan transfusi dalam berbagai kondisi medis.

“Setiap tetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Ninik.

Ia menilai keberlangsungan kegiatan donor darah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela. Karena itu, PMI mendorong agar kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan dapat dilakukan secara rutin di berbagai wilayah.

“Semakin banyak masyarakat yang sadar dan rutin mendonorkan darah, tentu akan semakin membantu dalam menjaga ketersediaan darah untuk kebutuhan pelayanan kesehatan di Bojonegoro,” tambahnya.

Direktur UDD PMI Kabupaten Bojonegoro, dr. Imam Sutrisno, menjelaskan, dari pelayanan donor darah di Puskesmas Padangan terkumpul 47 kantong darah. Jumlah tersebut menjadi salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung kebutuhan darah bagi pelayanan kesehatan.

Setelah dikumpulkan, darah hasil donor tidak langsung digunakan. Seluruh kantong darah akan melalui proses pemeriksaan dan pengolahan sesuai prosedur yang berlaku sebelum nantinya disalurkan untuk kebutuhan transfusi pasien.

“Dalam kegiatan pelayanan donor darah di Puskesmas Padangan ini kami memperoleh 47 kantong darah. Kami mengapresiasi para pendonor dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” kata Imam.

PMI Kabupaten Bojonegoro terus mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam donor darah secara sukarela dan berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok darah sehingga kebutuhan transfusi pasien dapat diantisipasi dengan lebih baik.

Di tengah kebutuhan darah yang dapat muncul sewaktu-waktu, partisipasi para pendonor menjadi bagian penting dari rantai kemanusiaan. Setiap kantong darah yang terkumpul bukan sekadar angka dalam sebuah kegiatan, melainkan menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan medis.

Melalui kegiatan donor darah yang digelar secara berkelanjutan, PMI Bojonegoro berharap budaya kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat semakin kuat. Donor darah pun diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sosial yang mampu memberi manfaat nyata bagi keselamatan dan kehidupan sesama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *