Babinsa Jenar Dampingi Petani, Dorong Pemupukan Padi Tepat untuk Tingkatkan Hasil Panen

  • Bagikan
IMG 20260819 WA0109

SRAGEN — Upaya meningkatkan produktivitas pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan benih berkualitas, tetapi juga pada ketepatan dalam merawat tanaman selama masa pertumbuhan. Hal tersebut menjadi perhatian Babinsa Koramil 11/Jenar, Serma Hariono, yang secara langsung mendampingi petani dalam perawatan tanaman padi di wilayah binaannya.

Pendampingan berlangsung pada Rabu (19/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB di area persawahan Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Bersama sejumlah anggota, Serma Hariono turun ke tengah hamparan sawah untuk melihat kondisi tanaman sekaligus berdialog dengan para petani.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa memberikan perhatian khusus terhadap proses pemupukan. Petani diarahkan agar pemberian pupuk dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan jenis pupuk, dosis, waktu aplikasi, serta kondisi tanaman di lapangan.

Langkah itu dinilai penting karena kebutuhan unsur hara tanaman padi tidak selalu sama pada setiap fase pertumbuhan. Pemupukan yang diberikan secara tepat dapat membantu tanaman memperoleh nutrisi yang dibutuhkan, sementara penggunaan pupuk secara berlebihan justru berpotensi tidak efisien dan tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Serma Hariono mengatakan, pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari upaya membantu petani memperoleh hasil budidaya yang lebih baik. Menurutnya, pemupukan sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan perkiraan semata, melainkan disesuaikan dengan kondisi tanaman dan rekomendasi petugas pertanian.

“Kami mendampingi petani agar pemupukan dilakukan dengan tepat dan tidak berlebihan. Jenis serta dosis pupuk perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan anjuran petugas pertanian, sehingga kebutuhan tanaman terpenuhi dan hasil panen diharapkan lebih optimal,” ujar Serma Hariono.

Selain memberikan arahan mengenai pemupukan, Babinsa turut memantau perkembangan tanaman padi secara langsung. Dialog dengan petani juga dilakukan untuk mengetahui berbagai kendala yang muncul selama proses budidaya, mulai dari kondisi tanaman hingga kebutuhan perawatan di lapangan.

Pendekatan tersebut membuat pendampingan tidak berhenti pada pemberian imbauan, tetapi juga menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Informasi dari lapangan selanjutnya dapat menjadi bahan koordinasi dengan penyuluh maupun pihak terkait apabila ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan, petani dan penyuluh pertanian dalam menjaga produktivitas sektor pangan.

Dengan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan dan penerapan teknik budidaya yang sesuai, para petani diharapkan mampu mengelola tanaman secara lebih efektif. Pada akhirnya, perawatan yang tepat sejak masa pertumbuhan diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas tanaman sekaligus memberikan hasil panen yang lebih optimal bagi petani.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *