Kekeringan Melanda Srawung, Babinsa dan BPBD Salurkan 8.000 Liter Air Bersih

  • Bagikan
IMG 20260818 WA0038

SRAGEN – Musim kemarau mulai membawa dampak bagi warga Desa Srawung, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Sejumlah warga di Dukuh Padas mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Babinsa Koramil 12/Gesi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen. Pada Selasa (18/8/2026), keduanya menyalurkan bantuan sebanyak 8.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Penyaluran berlangsung di Dukuh Padas RT 11, Desa Srawung, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Babinsa Desa Srawung, Serda M. Yasin, bersama anggota Koramil 12/Gesi turut berada di lokasi untuk membantu proses distribusi agar bantuan dapat diterima warga dengan tertib.

Air bersih tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat, terutama untuk minum dan memasak. Bagi warga yang mulai menghadapi keterbatasan sumber air selama musim kemarau, pasokan tersebut menjadi bantuan penting untuk menjaga kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Serda M. Yasin mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat di wilayah binaannya.

“Babinsa akan terus memantau kondisi warga, khususnya yang mengalami kesulitan air bersih. Jika kebutuhan meningkat, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat ditunda. Karena itu, pemantauan kondisi masyarakat akan terus dilakukan, terutama apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dan kebutuhan air warga semakin meningkat.

Kehadiran Babinsa bersama BPBD juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam merespons dampak kekeringan. Penanganan tidak hanya dilakukan ketika kondisi telah memburuk, tetapi juga melalui pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapat perhatian.

Bagi warga Dukuh Padas, bantuan tersebut memberikan kelegaan di tengah keterbatasan air. Purnomo (52), salah seorang warga, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan.

Menurutnya, pasokan 8.000 liter air bersih sangat membantu masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan memasak sehari-hari.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban warga selama musim kemarau. Di tengah keterbatasan sumber air, kehadiran aparat kewilayahan dan pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar secara layak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *