BOYOLALI — Pembangunan Jembatan Merah Putih di Dukuh Gumukrejo, Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, terus bergerak menuju tahap penyelesaian. Proses pembangunan tersebut mendapat perhatian langsung dari Babinsa Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali, Kopka M Khabib, yang turun ke lokasi untuk memantau sekaligus membantu pekerjaan konstruksi, Jumat (14/8/2026).
Kehadiran Babinsa di lokasi bukan sekadar kunjungan. Kopka M Khabib turut mengamati perkembangan pekerjaan dan memastikan setiap tahapan pembangunan berlangsung sesuai dengan rencana. Di tengah aktivitas para pekerja, ia juga ikut membantu pekerjaan sebagai bentuk kepedulian serta dukungan TNI terhadap pembangunan fasilitas publik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Salah satu tahapan konstruksi yang sedang dikerjakan adalah pemasangan bondek di atas rangka besi baja. Material tersebut menjadi bagian penting dalam konstruksi lantai jembatan karena berfungsi sebagai elemen pendukung sebelum dilakukan proses pengecoran.
Pengerjaan yang berlangsung secara bertahap itu mencerminkan upaya untuk memastikan struktur jembatan dibangun secara kokoh dan dapat menunjang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Kehadiran Babinsa sekaligus menjadi bagian dari fungsi pendampingan di wilayah, terutama dalam mendorong kelancaran pembangunan yang memiliki nilai strategis bagi warga.
Jembatan Merah Putih di Dukuh Gumukrejo diharapkan nantinya mampu membuka akses yang lebih mudah dan memperlancar mobilitas masyarakat. Keberadaan jembatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan konektivitas antarwilayah, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga, sektor pertanian, serta akses menuju berbagai fasilitas umum.
Bagi masyarakat, infrastruktur jalan dan jembatan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Akses yang lebih baik dapat memangkas hambatan perjalanan, mempermudah distribusi hasil pertanian, sekaligus memperkuat hubungan aktivitas masyarakat di wilayah sekitar.
Kopka M Khabib menegaskan bahwa Babinsa akan terus berupaya melakukan pendampingan dan pemantauan selama proses pembangunan berlangsung hingga jembatan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih optimal apabila terdapat sinergi antara TNI, pemerintah dan masyarakat. Kolaborasi tersebut tidak hanya dibutuhkan dalam menjaga kelancaran pekerjaan, tetapi juga dalam menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang nantinya digunakan bersama.
Semangat gotong royong yang terlihat dalam pembangunan Jembatan Merah Putih menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berbicara mengenai beton, baja dan konstruksi. Di baliknya terdapat kepedulian, kebersamaan dan kerja bersama untuk menghadirkan akses yang lebih aman, mudah dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan terus dikawalnya proses pembangunan, Jembatan Merah Putih diharapkan dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi warga Dukuh Gumukrejo serta masyarakat di sekitarnya.












