TMMD Sengkuyung Tahap III Boyolali Ditutup, Jalan Beton Jadi Warisan Nyata untuk Warga Bercak

  • Bagikan
IMG 20260813 WA0084

BOYOLALI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Boyolali resmi berakhir, Kamis (13/8/2026). Penutupan yang dipusatkan di Desa Bercak, Kecamatan Wonosamudro, itu menandai selesainya rangkaian pembangunan sekaligus menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Upacara penutupan dipimpin Kasdim 0724/Boyolali Mayor Inf Sri Suraya selaku Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro yang berisi apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan TMMD.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembangunan sasaran fisik hingga program nonfisik, dapat terlaksana dengan aman, tertib dan lancar. Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat Desa Bercak.

TMMD tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Tema tersebut menggambarkan bahwa pembangunan nasional tidak semata-mata bertumpu pada kawasan perkotaan. Desa menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan pemerataan pembangunan, memperkuat ketahanan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pembangunan melalui TMMD tidak hanya diarahkan pada penyediaan infrastruktur. Program tersebut juga menyentuh aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu hasil yang paling nyata dirasakan warga Desa Bercak adalah pembangunan jalan beton. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi akses penghubung, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Jalan yang sebelumnya menjadi bagian dari persoalan mobilitas warga kini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih baik menuju lahan pertanian dan perkebunan. Dengan konektivitas yang semakin memadai, distribusi hasil pertanian dan perkebunan serta aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien.

Namun, Pangdam IV/Diponegoro mengingatkan bahwa selesainya pembangunan bukan berarti berakhir pula tanggung jawab terhadap hasil TMMD. Infrastruktur yang telah dibangun harus dirawat dan dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan sebuah program pembangunan pada akhirnya tidak hanya diukur dari rampungnya pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga serta memanfaatkan hasil pembangunan tersebut secara berkelanjutan.

Selain sasaran fisik, TMMD Sengkuyung Tahap III juga diwarnai berbagai kegiatan nonfisik. Di antaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, administrasi kependudukan dan kegiatan edukatif lainnya. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas pengetahuan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Di Desa Bercak, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keseluruhan proses pembangunan. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan bersama personel TNI.

Semangat gotong royong tersebut menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Interaksi selama pelaksanaan TMMD juga memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan yang diwujudkan secara bersama-sama.

Setelah upacara penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian jalan beton hasil program TMMD. Peresmian tersebut menjadi penanda bahwa hasil pembangunan kini secara resmi dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Bagi warga Bercak, jalan beton itu bukan sekadar konstruksi fisik. Ia menjadi simbol dari sebuah proses ketika pemerintah, TNI dan masyarakat menyatukan sumber daya serta tenaga untuk menjawab kebutuhan nyata di tingkat desa.

Berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap III di Boyolali dengan demikian bukanlah titik akhir. Program tersebut meninggalkan pekerjaan rumah sekaligus harapan agar semangat kebersamaan yang telah terbentuk selama pelaksanaan dapat terus dipelihara.

Kodim 0724/Boyolali bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali dan masyarakat Desa Bercak telah menyelesaikan satu tahap pembangunan. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil tersebut tetap terjaga, memberikan manfaat secara berkelanjutan dan menjadi pijakan bagi pembangunan desa yang semakin maju, mandiri serta sejahtera.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *