TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Brenggolo Resmi Ditutup, Dandim Wonogiri Bacakan Amanat Pangdam IV/Diponegoro

  • Bagikan
IMG 20260813 WA0033

WONOGIRI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 Kodim 0728/Wonogiri resmi berakhir. Penutupan program yang berlangsung di lapangan Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Kamis (13/8/2026), menandai selesainya rangkaian pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, serta berbagai unsur terkait.

Penutupan ditandai dengan penandatanganan naskah dan pemukulan kentongan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonogiri.

Dalam upacara tersebut, Dandim 0728/Wonogiri bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han.

Dalam amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat pembangunan dari wilayah pedesaan.

TMMD Tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.” Tema tersebut, menurut amanat Pangdam, merefleksikan posisi strategis desa sebagai fondasi pembangunan nasional sekaligus ruang penting bagi penguatan ekonomi, kehidupan sosial, dan pelestarian budaya masyarakat.

Pembangunan desa tidak semata-mata dipandang sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi juga sebagai upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

Pangdam menyampaikan optimisme bahwa desa memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Karena itu, pemerataan pembangunan di tingkat desa dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperkokoh ketahanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“TMMD merupakan program kerja sama yang terpadu dan berkelanjutan antara TNI, Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), dan Pemerintah Daerah,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam amanat tersebut.

Kolaborasi lintas sektor itu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Masing-masing institusi menyatukan sumber daya dan langkah untuk mempercepat pembangunan di daerah, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi.

Program TMMD juga diarahkan pada wilayah yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya kawasan tertinggal atau miskin, daerah terisolasi dan terpencil, wilayah perbatasan, kawasan kumuh perkotaan, hingga daerah yang terdampak bencana.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pembangunan yang berorientasi pada desa, berbagai kesenjangan sosial dapat ditekan, kualitas kehidupan warga ditingkatkan, dan pemerataan pembangunan dapat diwujudkan secara lebih nyata.

Bagi Desa Brenggolo, berakhirnya TMMD bukan sekadar penanda selesainya sebuah program. Lebih dari itu, penutupan menjadi momentum untuk memastikan hasil pembangunan yang telah dikerjakan dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Usai upacara penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah lokasi hasil pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026. Jajaran Forkopimda Kabupaten Wonogiri bersama unsur terkait meninjau langsung hasil pembangunan yang berada di Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan, serta memastikan berbagai hasil pembangunan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap III, semangat gotong royong yang menjadi roh utama program diharapkan tidak ikut berakhir. Justru, sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan desa secara mandiri dan berkelanjutan.

TMMD pada akhirnya bukan hanya tentang membangun jalan, fasilitas maupun sarana fisik lainnya. Program tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan kekuatan negara dengan masyarakat di tingkat paling dekat, desa, dengan satu tujuan: memastikan pembangunan benar-benar hadir dan dirasakan hingga pelosok negeri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *