Babinsa Jurangjero Turun ke Sawah, Perkuat Kedekatan TNI dengan Petani

  • Bagikan
IMG 20260812 WA0069

SRAGEN – Kehadiran aparat kewilayahan tidak selalu berlangsung di ruang pertemuan atau kantor desa. Di Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, kedekatan antara TNI dan masyarakat justru terlihat dari aktivitas sederhana di tengah hamparan sawah.

Rabu (12/8/2026), Babinsa Desa Jurangjero, Sertu Budi, bersama anggota Koramil 02/Karangmalang turun langsung ke lahan pertanian di Dukuh Jurangjero. Mereka membantu petani membersihkan rumput liar yang tumbuh di sela-sela tanaman padi.

Dengan peralatan kerja di tangan, Sertu Budi tidak sekadar mengawasi aktivitas pertanian. Ia ikut bekerja bersama petani, membersihkan gulma yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman.

Bagi petani, kehadiran Babinsa di tengah aktivitas mereka memiliki arti lebih dari sekadar bantuan tenaga. Kehadiran tersebut menjadi gambaran bahwa aparat kewilayahan berupaya hadir di tengah persoalan dan aktivitas masyarakat secara langsung.

“Kami ingin keberadaan Babinsa benar-benar dirasakan masyarakat. Kalau petani turun ke sawah untuk merawat tanaman, kami juga ikut membantu. Ini bagian dari kepedulian kami kepada warga binaan,” ujar Sertu Budi.

Pembersihan gulma merupakan bagian penting dalam pemeliharaan tanaman padi. Rumput liar yang dibiarkan tumbuh dapat menjadi pesaing tanaman utama dalam memperoleh air dan unsur hara dari tanah. Karena itu, pengendalian gulma perlu dilakukan secara berkala agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.

Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pekerjaan fisik. Di sela-sela membersihkan rumput, Sertu Budi juga berdialog dengan para petani mengenai kondisi tanaman, perkembangan lahan, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Interaksi langsung di sawah memungkinkan Babinsa memperoleh gambaran mengenai kondisi pertanian secara lebih nyata. Keluhan atau kendala yang muncul dapat diketahui lebih awal sehingga apabila membutuhkan penanganan lintas sektor, koordinasi dengan pihak terkait dapat dilakukan secara lebih cepat.

“Kami bisa melihat langsung kondisi tanaman sekaligus mendengar keluhan petani. Komunikasi seperti ini penting agar persoalan di lapangan tidak terlambat diketahui,” katanya.

Bagi petani, keterlibatan Babinsa dalam pekerjaan sehari-hari juga menghadirkan semangat tersendiri. Aparat yang bersedia turun langsung dan bekerja berdampingan dengan warga dinilai menunjukkan bahwa pendampingan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui imbauan, tetapi juga melalui tindakan nyata.

Suasana gotong royong pun terasa sepanjang kegiatan. Petani dan Babinsa bekerja dalam satu barisan, membersihkan area persawahan sekaligus bertukar informasi mengenai kondisi tanaman.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang peran Babinsa sebagai bagian dari masyarakat di wilayah binaannya. Di tengah pekerjaan merawat padi, terbangun komunikasi yang lebih dekat antara aparat dan petani.

Bagi masyarakat Jurangjero, kehadiran TNI di sawah bukan sekadar pemandangan sesaat. Ia menjadi simbol bahwa ketika petani bekerja menjaga lahan dan tanaman pangan, mereka tidak merasa berjalan sendiri.

“TNI selalu ada di tengah kami,” menjadi kesan yang mengemuka dari kebersamaan tersebut, sebuah kedekatan yang tumbuh bukan melalui seremoni, melainkan melalui kerja bersama dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *