SRAGEN – Pembangunan jembatan beton di Dukuh Bunder, Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Senin (10/8/2026), pembangunan jembatan sepanjang 6 meter tersebut telah mencapai progres 49 persen.
Jembatan yang dibangun di wilayah Dukuh Bunder RT 11 itu diproyeksikan menjadi akses penting bagi masyarakat sekaligus membuka konektivitas antara Dukuh Bunder, Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang, dan Dukuh Pengkok, Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung.
Keberadaan jembatan tersebut diperkirakan akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 100 kepala keluarga atau kurang lebih 300 jiwa yang selama ini membutuhkan akses penghubung antarkawasan untuk menunjang berbagai aktivitas.
Pada pekerjaan yang berlangsung Senin, tim pelaksana melanjutkan pembangunan konstruksi dengan mengerjakan pemasangan pondasi bagian sayap jembatan. Material berupa hebel atau bata ringan juga mulai didatangkan sebagai bagian dari persiapan untuk memasuki tahapan pekerjaan selanjutnya.
Di sisi lain, seluruh tahapan penyiapan lahan telah dituntaskan. Pengukuran lokasi dan pemasangan patok telah mencapai 100 persen. Pengerukan tanah menggunakan excavator juga telah selesai sepenuhnya.
Dengan rampungnya pekerjaan awal tersebut, fokus pembangunan kini beralih pada penyelesaian konstruksi utama jembatan. Secara keseluruhan, progres penyiapan lahan tercatat 100 persen, sementara pekerjaan konstruksi jembatan telah mencapai 49 persen.
Pekerjaan selanjutnya akan diarahkan pada pemasangan dinding sayap jembatan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelesaian konstruksi sekaligus memperkuat struktur jembatan pada sisi-sisinya.
Jembatan ini tidak semata menjadi infrastruktur penghubung secara fisik. Bagi masyarakat di kedua wilayah, keberadaannya diharapkan memangkas hambatan mobilitas dan memudahkan pergerakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Akses yang lebih baik juga berpotensi memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat, terutama mobilitas hasil pertanian, distribusi kebutuhan pokok, serta aktivitas warga yang selama ini membutuhkan jalur penghubung antara Desa Kedungwaduk dan Desa Pengkok.
Perkembangan pembangunan yang telah mencapai hampir separuh dari keseluruhan pekerjaan menunjukkan konstruksi terus bergerak sesuai tahapan yang direncanakan. Pemantauan di lapangan juga dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan secara terukur dan sesuai dengan rencana pembangunan.
Dengan seluruh pekerjaan penyiapan lahan yang telah selesai, perhatian kini tertuju pada percepatan konstruksi hingga jembatan tersebut dapat diselesaikan dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah.












