Kapolres Bojonegoro “Kulo Nuwun” ke PCNU, Bangun Sinergi untuk Menjaga Ruang Publik Tetap Teduh

  • Bagikan
IMG 20260811 WA0015

BOJONEGORO – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar kehadiran aparat di lapangan. Komunikasi yang terbuka dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus merawat suasana sosial agar tetap sejuk.

Semangat tersebut tergambar dalam kunjungan Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty bersama jajaran ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, Jalan A. Yani, Kota Bojonegoro, Senin (10/8/2026). Kunjungan bertajuk “Kulo Nuwun” itu menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara kepolisian dan keluarga besar NU.

AKBP Yenni Diarty hadir didampingi Wakapolres Bojonegoro serta sejumlah pejabat utama Polres Bojonegoro. Rombongan diterima Rais Syuriah PCNU Bojonegoro KH Ahmad Maimun Syafi’i, Katib KH Hilmi Al Jumadi, jajaran Syuriah, Ketua PCNU Bojonegoro dr. KH Kholid Ubed, pengurus harian, ketua lembaga, serta jajaran Badan Otonom NU.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Di balik agenda silaturahmi tersebut terdapat pesan yang cukup jelas: keamanan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

Ketua PCNU Bojonegoro dr. KH Kholid Ubed menyambut baik kedatangan Kapolres beserta jajarannya. Ia menilai hubungan yang telah terbangun antara PCNU dan Polres Bojonegoro merupakan modal penting untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang yang menyentuh kehidupan masyarakat.

“Kami siap mendukung program-program Polres Bojonegoro, terlebih program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Semoga kerja sama yang sudah terjalin dengan baik ini dapat terus ditingkatkan,” ujar dr. KH Kholid Ubed.

Dukungan tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga kondusivitas wilayah bukan semata menjadi tanggung jawab kepolisian. Tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, meredam potensi gesekan, serta menjaga komunikasi tetap terbuka ketika muncul persoalan di tengah warga.

Bagi AKBP Yenni Diarty, pertemuan dengan PCNU menjadi bagian dari upaya memperkenalkan diri sekaligus membangun hubungan kerja yang lebih dekat dengan berbagai elemen masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan jajaran PCNU Bojonegoro. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memohon doa agar dapat menjalankan amanah dengan baik selama mengemban tugas di Bojonegoro.

“Kami mohon doa, agar lancar dan diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai Kapolres Bojonegoro,” kata AKBP Yenni Diarty.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan yang ingin dibangun kepolisian, yakni menghadirkan keamanan melalui komunikasi dan kolaborasi. Hubungan antara polisi dan masyarakat tidak hanya dibangun ketika terjadi persoalan, tetapi juga melalui silaturahmi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kapolres berharap hubungan dengan PCNU, termasuk seluruh lembaga dan Banom NU, dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi bagian dari kekuatan bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks, ruang komunikasi seperti ini memiliki arti penting. Perbedaan pandangan maupun kepentingan dapat dikelola dengan lebih baik ketika tersedia jalur dialog yang sehat antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat.

Selain membahas penguatan sinergi, AKBP Yenni Diarty juga menyampaikan sejumlah program kepolisian, termasuk layanan berbasis digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Salah satunya adalah Call Center 110, layanan kepolisian yang dapat digunakan masyarakat untuk meminta bantuan maupun menyampaikan informasi berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengenalan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat. Kemudahan akses diharapkan dapat membuat warga lebih cepat memperoleh bantuan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan kehadiran aparat.

Kunjungan “Kulo Nuwun” ke PCNU Bojonegoro pada akhirnya bukan sekadar agenda perkenalan. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa menjaga keteduhan daerah membutuhkan kerja bersama.

Polisi membutuhkan dukungan masyarakat. Masyarakat membutuhkan kepastian keamanan. Sementara tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan memiliki posisi penting sebagai jembatan komunikasi.

Dari titik temu itulah suasana Bojonegoro yang aman, nyaman, dan kondusif diharapkan terus terjaga, dengan mengedepankan dialog, kebersamaan, serta semangat merawat keteduhan di ruang publik.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *