Cegah Risiko Kecelakaan, Babinsa dan Warga Guworejo Gotong Royong Perkuat Bahu Jalan

  • Bagikan
IMG 20260805 WA0051

SRAGEN — Upaya menciptakan keselamatan bagi pengguna jalan terus diwujudkan melalui kolaborasi antara aparat teritorial dan masyarakat. Di Dukuh Jimbar, Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, warga bersama Babinsa Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen melaksanakan karya bakti memperkuat bahu jalan yang dinilai berpotensi membahayakan pengendara apabila tidak segera ditangani, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Babinsa, Serma Sumartana, yang didampingi dua personel Koramil 02/Karangmalang. Bersama Ketua RT 13, Suwarno, dan puluhan warga setempat, mereka bergotong royong menguruk bahu jalan yang posisinya lebih rendah dibandingkan permukaan jalan beton.

Perbedaan elevasi antara badan jalan dan bahu jalan dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika kendaraan harus menepi, berpapasan, atau menghindari kendaraan lain. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan roda kendaraan kehilangan keseimbangan sehingga membahayakan keselamatan pengendara.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat secara swadaya menyediakan material urukan untuk meratakan bahu jalan. Proses pengerjaan dilakukan bersama-sama dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri kuat kehidupan masyarakat pedesaan. Kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga memperkuat kebersamaan warga dalam menyelesaikan persoalan lingkungan secara mandiri.

Serma Sumartana menegaskan bahwa karya bakti tersebut merupakan implementasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Melalui gotong royong ini, kami berharap risiko kecelakaan akibat perbedaan tinggi antara badan jalan dan bahu jalan dapat diminimalkan. Yang terpenting adalah tumbuhnya kepedulian warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam merawat fasilitas publik agar tetap aman digunakan.

Sementara itu, Ketua RT 13 Dukuh Jimbar, Suwarno, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang secara konsisten hadir dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ia menilai kehadiran aparat kewilayahan mampu menjadi penggerak semangat warga untuk terus memelihara budaya gotong royong.

“Kami sangat mengapresiasi pendampingan dari Babinsa. Kehadiran beliau memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan di lingkungan, termasuk menjaga kondisi jalan agar tetap aman bagi seluruh pengguna,” kata Suwarno.

Melalui kegiatan sederhana namun berdampak langsung tersebut, sinergi antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan bahwa pencegahan risiko kecelakaan dapat dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Semangat gotong royong yang terus terpelihara diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan infrastruktur yang lebih aman, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tingkat desa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *