KAYONG UTARA — Semangat syiar Islam berpadu dengan kekayaan budaya lokal mewarnai pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8). Sebanyak 34 kontingen yang mewakili kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan Barat ambil bagian dalam Pawai Ta’aruf, sebuah tradisi pembuka yang menandai dimulainya rangkaian perhelatan keagamaan terbesar di tingkat provinsi tersebut.
Prosesi pelepasan pawai dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melalui pengibaran bendera pataka MTQ di hadapan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya kompetisi yang tidak hanya berorientasi pada prestasi tilawah Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan nilai-nilai keislaman di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai wilayah. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan dukungan bersama terhadap penyelenggaraan MTQ sebagai agenda strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius sekaligus harmonis.
Lebih dari sekadar seremoni pembuka, Pawai Ta’aruf menjadi panggung yang menampilkan identitas budaya dari seluruh daerah di Kalimantan Barat. Setiap kontingen menghadirkan karakteristik daerahnya melalui kendaraan hias, busana adat, atraksi seni bernuansa Islami, hingga ornamen khas yang mencerminkan kekayaan tradisi dan kearifan lokal.
Keberagaman tersebut menghadirkan pemandangan yang memikat perhatian masyarakat di sepanjang rute pawai. Sorak-sorai dan tepuk tangan warga mengiringi setiap rombongan yang melintas, menciptakan suasana penuh semangat sekaligus memperlihatkan kuatnya dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan MTQ.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara beserta seluruh panitia yang dinilai telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ XXXIV dengan baik.
“Pawai Ta’aruf ini bukan hanya pembukaan sebuah perlombaan, tetapi menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah. Semoga MTQ XXXIV berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat,” ujar Ria Norsan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa MTQ memiliki makna yang jauh melampaui kompetisi membaca Al-Qur’an. Ajang ini menjadi media mempererat persaudaraan antardaerah, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta memperkokoh semangat persatuan dalam bingkai kebhinekaan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Ribuan warga memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang datang dari berbagai penjuru Kalimantan Barat. Kehadiran masyarakat tidak hanya memberikan semangat kepada para peserta, tetapi juga mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap penyelenggaraan MTQ sebagai agenda yang memiliki nilai religius, sosial, dan budaya.
Selain menjadi wahana syiar Islam, penyelenggaraan MTQ XXXIV juga memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kayong Utara sebagai tuan rumah. Perhelatan ini menjadi kesempatan memperkenalkan potensi daerah, memperkuat sektor pariwisata, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui meningkatnya kunjungan tamu dari berbagai kabupaten dan kota.
Dengan dimulainya Pawai Ta’aruf, rangkaian MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat resmi bergulir. Selama pelaksanaan kegiatan, para kafilah akan berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan Al-Qur’an, sekaligus mempererat silaturahmi antardaerah dalam semangat persatuan, ukhuwah Islamiyah, dan kecintaan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.












