Pelita Membawa Duka, Lilin Diduga Picu Kebakaran Hebat di Wonosegoro, Kerugian Capai Rp105 Juta

  • Bagikan
IMG 20260803 WA0103

BOYOLALI — Sebuah rumah warga di Dukuh Ngawen RT 01 RW 02, Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, dilalap si jago merah pada Minggu (2/8/2026) malam. Kebakaran yang diduga dipicu oleh lilin yang ditinggalkan dalam kondisi menyala itu menghanguskan bangunan beserta sebagian besar harta benda milik penghuni rumah, dengan total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp105 juta.

Peristiwa tersebut terjadi di kediaman Harni. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, insiden bermula setelah terjadi pemadaman aliran listrik sekitar pukul 18.00 WIB. Untuk penerangan sementara, pemilik rumah menyalakan sebuah lilin dan meletakkannya di atas meja di kamar bagian belakang.

Tak lama kemudian, pemilik rumah meninggalkan kediamannya untuk mengunjungi rumah anaknya yang berada tepat di sebelah rumah. Lilin yang masih menyala diduga terus membakar hingga akhirnya memicu kobaran api.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Dwi Ayu Rahmawati, anak korban yang tinggal di bagian belakang rumah, mendengar suara letupan yang berasal dari arah rumah orang tuanya. Saat dilakukan pengecekan, api telah membesar dan melalap kamar belakang.

Menyadari situasi darurat tersebut, Dwi Ayu Rahmawati segera berteriak meminta pertolongan warga. Respons cepat masyarakat sekitar pun segera terlihat. Warga bergotong royong bersama Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Sertu Riyanto, berupaya memadamkan api sekaligus mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Beberapa saat kemudian, tim Pemadam Kebakaran Wonosegoro tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan hingga kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, rumah semi permanen berukuran sekitar 9 x 12 meter mengalami kerusakan berat akibat terbakar.

Selain bangunan rumah, kebakaran juga menghanguskan berbagai harta benda milik korban, di antaranya dokumen-dokumen penting, tiga unit sepeda motor, perabot rumah tangga, uang tunai sekitar Rp25 juta, gabah, beras, serta sejumlah material bangunan. Akibat kejadian tersebut, total kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp105 juta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari lilin yang masih menyala dan ditinggalkan tanpa pengawasan. Kondisi tersebut memungkinkan api merambat ke benda-benda yang mudah terbakar hingga akhirnya berkembang menjadi kebakaran besar.

Usai kejadian, Babinsa Sertu Riyanto mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi pemadaman listrik maupun selama musim kemarau yang identik dengan kondisi cuaca kering.

Ia mengimbau warga untuk tidak meninggalkan sumber api, seperti lilin atau kompor, dalam keadaan menyala tanpa pengawasan serta memastikan seluruh sumber panas telah benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. Langkah sederhana tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *