Pembangunan Jembatan Printis Merah Putih di Pelemgadung Capai 13,60 Persen

  • Bagikan
IMG 20260723 WA0103

SRAGEN — Pembangunan Jembatan Printis Merah Putih yang menghubungkan Dukuh Sukodono, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, dengan Dukuh Karang Tal, Kelurahan Plumbungan, Kabupaten Sragen, terus dipacu. Hingga Kamis (23/7/2026), progres pembangunan infrastruktur tersebut telah mencapai 13,60 persen.

Di tengah proses pembangunan yang berlangsung, pekerjaan konstruksi saat ini difokuskan pada pengerjaan besi cakar ayam sebagai bagian penting dari persiapan struktur pondasi jembatan. Pada saat yang sama, pasokan material konstruksi terus diperkuat untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Sejumlah material utama, seperti batu belah, pasir, serta berbagai kebutuhan konstruksi lainnya, secara bertahap didatangkan ke lokasi proyek. Ketersediaan material tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pekerjaan sekaligus mendukung upaya percepatan pembangunan.

Sebelum memasuki tahap konstruksi utama, berbagai pekerjaan persiapan telah diselesaikan sepenuhnya. Pembersihan area pembangunan, pengerukan tanah, hingga pelebaran akses menuju lokasi jembatan tercatat telah mencapai 100 persen.

Tahap berikutnya akan diarahkan pada penyelesaian pengerjaan besi cakar ayam yang menjadi bagian dari struktur dasar pondasi. Setelah tahap tersebut rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan proses pengecoran pondasi sebagai salah satu tahapan penting dalam membentuk kekuatan dan ketahanan konstruksi jembatan.

Jembatan Printis Merah Putih dibangun untuk membuka konektivitas yang lebih baik antara Dukuh Sukodono RT 20, Desa Pelemgadung, dan Dukuh Karang Tal, Kelurahan Plumbungan. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperpendek akses mobilitas warga sekaligus memperlancar hubungan antarwilayah.

Lebih dari sekadar infrastruktur penghubung, jembatan tersebut diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 210 warga. Akses yang lebih mudah diharapkan dapat mendukung mobilitas harian masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan aktivitas ekonomi di kedua wilayah.

Dengan progres pembangunan yang terus bergerak, Jembatan Printis Merah Putih diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *