Bupati Setyo Wahono Ajak Bangun Ekonomi Daerah Lewat Koperasi dan Keluarga Tangguh

  • Bagikan
1000364057

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memanfaatkan tiga momentum nasional dalam satu rangkaian upacara untuk menegaskan arah pembangunan daerah yang bertumpu pada penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan keluarga, dan perlindungan anak. Upacara gabungan memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 digelar di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Jumat (17/7/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Sekretaris Daerah, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, para camat, pengurus koperasi, serta berbagai unsur masyarakat.

Mengangkat tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, “Ayah Wajib Hadir”, dan “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, upacara tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi panggung penegasan komitmen pemerintah daerah dalam membangun fondasi pembangunan yang berkelanjutan melalui tiga sektor yang saling berkaitan.

Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa koperasi, keluarga, dan anak merupakan tiga elemen strategis yang menentukan arah kemajuan bangsa. Menurutnya, koperasi menjadi instrumen utama penguatan ekonomi masyarakat, sementara keluarga merupakan ruang pertama pembentukan karakter, dan anak adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.

Ia menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan investasi, melainkan harus mampu menciptakan pemerataan manfaat melalui kelembagaan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat.

Karena itu, Bupati mendorong koperasi di Bojonegoro untuk terus bertransformasi menjadi lembaga ekonomi modern yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, koperasi tidak lagi hanya menjalankan fungsi simpan pinjam, melainkan harus mampu mengambil peran strategis dalam rantai nilai ekonomi daerah, mulai dari produksi hingga pemasaran hasil pertanian dan peternakan.

“Koperasi di Bojonegoro harus hadir sebagai penyerap utama hasil bumi daerah, memimpin hilirisasi produk lokal mulai dari sektor pertanian, padi, tembakau, bawang merah hingga peternakan. Dengan begitu, nilai tambah ekonomi akan kembali dinikmati oleh petani dan peternak kita sendiri,” tegas Setyo Wahono.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh koperasi memanfaatkan ekosistem digital, termasuk sistem pembayaran elektronik dan pengelolaan usaha berbasis teknologi informasi. Di sisi lain, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi faktor penting agar koperasi mampu berkembang menjadi organisasi ekonomi yang inovatif, kompetitif, dan relevan dengan perubahan zaman.

Menurutnya, koperasi yang memiliki tata kelola baik serta mampu beradaptasi dengan transformasi digital akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Kabupaten Bojonegoro.

Pada momentum Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, perhatian pemerintah daerah diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia sebagai agenda strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati menegaskan kualitas generasi masa depan harus dibangun melalui penguatan kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, peran seorang ayah tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga mencakup pendampingan emosional, pembentukan karakter, hingga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak hebat bukan hanya anak yang unggul secara akademis, tetapi juga memiliki moral yang kuat, sehat fisiknya, merdeka pemikirannya, serta tumbuh dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, dan memperoleh hak-haknya secara utuh,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui indikator ekonomi, tetapi juga melalui kualitas manusia yang dihasilkan dari keluarga yang harmonis dan lingkungan yang memberikan perlindungan optimal terhadap anak.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Ia menekankan bahwa penguatan koperasi, ketahanan keluarga, dan perlindungan anak merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

“Kita bangun ekonomi daerah lewat koperasi, jadikan rumah sebagai madrasah pertama yang ramah anak, dan bersama-sama mencetak generasi unggul demi menjemput kejayaan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada koperasi sehat, tangguh, dan mandiri, instansi serta lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pemenuhan hak anak, sekolah ramah anak, hingga rumah ibadah ramah anak.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada berbagai pihak yang dinilai konsisten mendukung pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan, memperkuat ketahanan keluarga, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

Melalui penyatuan tiga peringatan nasional dalam satu momentum, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengirimkan pesan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan antara pertumbuhan ekonomi, penguatan institusi keluarga, dan perlindungan generasi penerus. Ketiganya diposisikan sebagai satu kesatuan strategi untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, berdaya saing, sekaligus memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul dalam menghadapi tantangan masa depan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *