SRAGEN – Upaya membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa terus diperkuat melalui sinergi antara institusi pendidikan dan TNI. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang membawa berbagai tantangan sosial, pembekalan wawasan kebangsaan dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pelajar sejak dini.
Komitmen tersebut diwujudkan Kodim 0725/Sragen melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di MTsN 4 Sragen, Jumat (17/7/2026). Sebanyak 316 peserta didik baru mengikuti pembekalan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela negara yang disampaikan Batituud Koramil 20/Plupuh, Peltu Sukardi, di Masjid MTsN 4 Sragen, Desa Karangwaru, Kecamatan Plupuh.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala MTsN 4 Sragen Sardi, Babinsa Desa Karangwaru Serka Suramto, jajaran dewan guru, serta seluruh siswa baru yang mengikuti rangkaian MPLS.
Dalam paparannya, Peltu Sukardi menegaskan bahwa bela negara bukan semata-mata identik dengan tugas kemiliteran. Menurutnya, semangat membela negara dapat diwujudkan melalui perilaku sehari-hari yang mencerminkan tanggung jawab sebagai warga negara, terutama di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa pelajar memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus bangsa. Karena itu, mereka perlu dibekali karakter disiplin, semangat belajar, rasa cinta tanah air, kemampuan menghargai keberagaman, serta komitmen mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Pelajar adalah aset bangsa. Karena itu sejak dini harus memiliki karakter disiplin, cinta tanah air, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta memiliki semangat belajar untuk meraih prestasi. Itulah bentuk nyata bela negara di lingkungan sekolah,” ujar Sukardi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari derasnya arus informasi di ruang digital. Oleh sebab itu, para siswa diajak membangun kesadaran untuk menggunakan media sosial secara bijaksana, menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan, serta menjauhi berbagai perilaku negatif seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan lain yang berpotensi merusak masa depan.
Menurutnya, wawasan kebangsaan bukan sekadar materi yang dipelajari di ruang kelas, melainkan nilai yang harus tercermin dalam sikap menghormati guru dan orang tua, menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Sementara itu, Kepala MTsN 4 Sragen, Sardi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kodim 0725/Sragen dalam mendukung pelaksanaan MPLS. Ia menilai keterlibatan TNI memberikan perspektif yang lebih luas kepada peserta didik mengenai pentingnya karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Kami ingin peserta didik tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, tanggung jawab, dan rasa cinta kepada bangsa. Kehadiran TNI memberikan motivasi sekaligus inspirasi bagi anak-anak kami,” ungkapnya.
Melalui pembekalan tersebut, MTsN 4 Sragen berharap proses pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya menjadi ajang adaptasi bagi peserta didik baru, tetapi juga menjadi titik awal pembentukan karakter yang kokoh. Sinergi antara dunia pendidikan dan TNI diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta memiliki komitmen kuat untuk menjaga persatuan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa di tengah dinamika perkembangan zaman.












