Paguyuban Silat Kedunggalar Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Bulan Suro

  • Bagikan
WhatsApp Image 2026 06 17 at 06.16.18

NGAWI — Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama Bulan Suro atau Muharam 1448 Hijriah terus diperkuat di Kabupaten Ngawi. Salah satunya melalui pertemuan rutin dan rapat koordinasi pengamanan yang digelar Paguyuban Pencak Silat Kecamatan Kedunggalar di Aula Kecamatan Kedunggalar, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah konsolidasi sekaligus penguatan komunikasi antara unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pengurus paguyuban pencak silat, serta perwakilan berbagai perguruan pencak silat yang bernaung di wilayah Kecamatan Kedunggalar.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menegaskan komitmen bersama untuk menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. Seluruh peserta menyepakati pentingnya memperkuat persaudaraan antarperguruan, membangun komunikasi yang efektif, serta meningkatkan koordinasi dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan Bulan Suro berlangsung.

Dalam forum tersebut, berbagai langkah strategis turut dibahas sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan. Pembahasan difokuskan pada langkah-langkah preemtif dan preventif guna mengantisipasi kemungkinan gesekan antar kelompok, konvoi kendaraan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, hingga penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis yang kerap menjadi sumber keluhan masyarakat.

Selain aspek pengamanan, para peserta juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai persatuan, saling menghormati, dan toleransi kepada seluruh anggota perguruan pencak silat. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga kerukunan serta memperkuat ikatan sosial di tengah keberagaman organisasi pencak silat yang ada di wilayah tersebut.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kedunggalar AKP Karno, S.H., menegaskan bahwa sinergi seluruh elemen masyarakat merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama Bulan Suro.

Menurutnya, Bulan Suro tidak hanya memiliki makna spiritual dan budaya yang mendalam bagi masyarakat Jawa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat introspeksi diri, mempererat persaudaraan, serta membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bulan Suro atau Muharam 1448 Hijriah, kami mengajak seluruh keluarga besar perguruan pencak silat di Kabupaten Ngawi, khususnya Kecamatan Kedunggalar, untuk terus menjaga persaudaraan, kerukunan, dan kondusivitas wilayah. Bulan Suro merupakan momentum untuk meningkatkan nilai-nilai introspeksi, persatuan, dan kebersamaan, bukan untuk menonjolkan perbedaan,” ujar AKP Karno.

Lebih lanjut, Polsek Kedunggalar memberikan apresiasi terhadap komitmen seluruh perguruan yang tergabung dalam Paguyuban Silat Kedunggalar yang selama ini aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Forkopimcam maupun jajaran kepolisian.

Kepolisian juga mengimbau seluruh anggota perguruan pencak silat agar senantiasa mengedepankan sikap dewasa dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, tidak mudah terprovokasi isu maupun berita hoaks yang berpotensi memecah persatuan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang melalui layanan darurat 110 apabila mengetahui adanya indikasi atau potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Dengan semangat guyub rukun yang terus dipelihara, seluruh pihak berharap Bulan Suro 1448 Hijriah dapat berlangsung dalam suasana yang damai, aman, dan penuh kebersamaan. Komitmen kolektif antara pemerintah, aparat keamanan, dan komunitas pencak silat diharapkan menjadi modal sosial yang kuat dalam menjaga ketenteraman masyarakat serta memperkokoh persatuan di wilayah Kecamatan Kedunggalar dan Kabupaten Ngawi secara keseluruhan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *