Trenggalek, Jawa Timur — Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Trenggalek menggelar berbagai kegiatan sosial dan olahraga yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Salah satu agenda yang mendapat perhatian luas adalah Turnamen Tenis Meja Kapolres Trenggalek yang berlangsung di salah satu sasana olahraga di Kecamatan Pogalan.
Kejuaraan tersebut menjadi ajang yang tidak hanya menghadirkan persaingan sportif, tetapi juga mempererat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah pendaftar yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kasihumas Polres Trenggalek AKP Katik, S.H., menjelaskan bahwa turnamen ini sengaja dirancang sebagai wadah kebersamaan yang terbuka bagi seluruh kalangan, tidak terbatas pada anggota Polri.
“Total terdapat 52 tim yang mengikuti pertandingan. Untuk kategori tunggal diikuti sekitar 34 peserta, sedangkan kategori ganda diikuti 18 tim yang terdiri dari perwakilan Polsek jajaran, gabungan satuan fungsi tingkat Polres, serta masyarakat umum,” ujar AKP Katik.
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen tersebut mengedepankan prinsip kesetaraan dan sportivitas. Seluruh peserta dipertemukan melalui sistem undian tanpa membedakan latar belakang, baik anggota kepolisian maupun warga sipil.
Pada kategori ganda, pasangan pemain juga ditentukan secara acak sehingga tercipta kolaborasi yang unik dan menarik. Langkah ini dilakukan untuk mendorong interaksi yang lebih dekat antara personel Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam suasana kompetisi yang sehat.
“Kami ingin kegiatan ini lebih seru, lebih akrab, dan mampu membaurkan anggota Polri dengan masyarakat dalam satu semangat olahraga,” tambahnya.
Turnamen yang menggunakan sistem gugur tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai 12 hingga 14 Juni 2026. Selama pelaksanaan, para peserta akan bersaing memperebutkan Piala Kapolres Trenggalek melalui sejumlah pertandingan yang diprediksi berlangsung kompetitif.
Puncak kegiatan akan digelar pada hari terakhir dengan mempertandingkan partai final kategori tunggal maupun ganda. Momen tersebut diharapkan menjadi penutup yang meriah sekaligus simbol keberhasilan penyelenggaraan turnamen dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, turnamen tenis meja ini mencerminkan komitmen Polres Trenggalek untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan partisipatif. Semangat kebersamaan yang tercipta di arena pertandingan menjadi gambaran nyata bahwa Hari Bhayangkara tidak hanya diperingati melalui seremoni, tetapi juga melalui kegiatan yang mampu menghadirkan manfaat sosial dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.












