Polres Ngawi Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Bhatarling, Dorong Pertanian Ramah Lingkungan

  • Bagikan
WhatsApp Image 2026 06 11 at 09.09.27

Ngawi – Komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata di lapangan. Di Kabupaten Ngawi, Polres Ngawi Polda Jawa Timur secara konsisten menggerakkan jajaran personelnya untuk mendampingi masyarakat petani melalui Program Bhatarling (Bhayangkara Tani Peduli Lingkungan) sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Program tersebut merupakan implementasi arahan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Sih Harno, S.H., M.H., yang menekankan pentingnya optimalisasi peran Polri dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan nasional.

Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, personel Polsek Pangkur melaksanakan kegiatan Bhatarling di kawasan persawahan Desa Waruktengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara Polri dan masyarakat dalam memperkuat produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan edukasi kepada para petani mengenai pentingnya penerapan sistem pertanian ramah lingkungan. Para petani diajak memanfaatkan metode budidaya yang aman, efektif, dan berkelanjutan guna menjaga kualitas lahan pertanian serta meningkatkan hasil produksi pangan.

Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat Kabupaten Ngawi merupakan salah satu daerah lumbung pangan utama di Jawa Timur yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketersediaan pangan nasional. Dengan menjaga kesuburan tanah dan mengedepankan praktik pertanian berkelanjutan, produktivitas sektor pertanian diharapkan dapat terus meningkat tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Selain memberikan pendampingan di bidang pertanian, personel Polsek Pangkur juga menyosialisasikan larangan penggunaan jebakan tikus beraliran listrik yang masih ditemukan di sejumlah area persawahan. Petugas mengingatkan bahwa penggunaan perangkat tersebut memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan manusia maupun hewan.

Jebakan tikus beraliran listrik tidak hanya berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal bagi petani yang beraktivitas di sawah, tetapi juga dapat membahayakan warga sekitar serta hewan ternak yang melintas di area pertanian. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan metode pengendalian hama yang lebih aman dan tidak menimbulkan risiko keselamatan.

Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Program Bhatarling merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.

“Polres Ngawi akan terus berperan aktif mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan kepada petani. Kami mengajak masyarakat untuk menerapkan pola pertanian yang ramah lingkungan serta menghindari penggunaan jebakan tikus beraliran listrik yang dapat membahayakan keselamatan,” ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Karena itu, Polri akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta dukungan terhadap berbagai program yang berkaitan dengan kesejahteraan petani.

Melalui Program Bhatarling, Polres Ngawi berharap tercipta sinergi yang semakin erat antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga produktivitas pertanian, menciptakan lingkungan yang aman, serta mendukung keberhasilan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Dengan pendekatan yang mengedepankan edukasi, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan, Polres Ngawi optimistis sektor pertanian di daerah tersebut akan semakin kuat dalam menopang ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *