TMMD Reg 128 Sragen Bangun Akses Pertanian, Jalan Penghubung Puro–Terik Kalang Segera Ditingkatkan

  • Bagikan
IMG 20260422 WA0034

Sragen – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan kembali diwujudkan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 0725/Sragen. Salah satu titik utama kegiatan tahun ini adalah peningkatan kualitas jalan penghubung antara Kampung Terik Kalang dan Desa Puro, yang selama ini menjadi jalur vital bagi aktivitas warga, khususnya sektor pertanian.

Meski bukan termasuk jalur utama, ruas jalan tersebut memiliki peran strategis dalam menopang mobilitas masyarakat setempat. Selain menghubungkan dua wilayah permukiman, akses ini juga menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian yang selama ini masih terkendala kondisi infrastruktur yang belum memadai.

Komandan Kodim 0725/Sragen melalui jajaran teritorialnya menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan pembangunan di wilayah yang belum tersentuh secara optimal oleh program reguler pemerintah.

Peran Babinsa di lapangan menjadi elemen penting dalam proses identifikasi kebutuhan masyarakat. Melalui komunikasi sosial yang intensif, berbagai persoalan infrastruktur di tingkat desa dapat dipetakan secara lebih akurat sehingga prioritas pembangunan dapat diarahkan secara tepat sasaran.

Kepala Desa Puro, Suyanto, S.H., M.H., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai peningkatan jalan ini akan memberikan dampak langsung terhadap efisiensi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani yang selama ini menghadapi kendala dalam proses distribusi hasil panen.

Jalan ini memang bukan jalur utama, tetapi sangat dibutuhkan masyarakat. Selama ini akses yang terbatas membuat biaya angkut hasil pertanian menjadi lebih tinggi, bahkan tidak jarang terjadi kendala saat musim hujan karena kondisi jalan yang licin dan sulit dilalui,” ungkapnya.

Kondisi jalan sebelumnya kerap menyulitkan warga, terutama saat musim hujan ketika permukaan jalan berubah menjadi berlumpur dan berair. Situasi tersebut tidak hanya memperlambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi para petani yang mengangkut hasil panen menggunakan kendaraan roda dua.

Salah satu warga, Suradi, yang lahannya berada di sepanjang jalur pembangunan, mengaku menyambut baik dimulainya proyek tersebut. Menurutnya, peningkatan infrastruktur jalan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat tani.

Ia berharap, setelah pembangunan selesai, akses transportasi hasil panen menjadi lebih mudah, aman, dan efisien sehingga dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Program TMMD Reguler 128 di Sragen ini diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi katalis penggerak ekonomi desa yang lebih merata dan berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *