TUBAN – Perkembangan media digital membuka ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk mengenalkan potensi lingkungan sekaligus menyebarluaskan informasi secara kreatif. Bagi pengelola Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), kemampuan mengolah gagasan menjadi konten menjadi salah satu keterampilan penting agar berbagai informasi lokal dapat hadir secara menarik, relevan, dan mudah dipahami publik.
Upaya memperkuat kemampuan tersebut dilakukan melalui Workshop Konten Kreatif yang digelar di Pendopo Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini diikuti 35 pengelola KIM yang berasal dari Kecamatan Grabagan, Parengan, dan Soko.
Sekretaris Camat Soko, Karsono, yang membuka kegiatan tersebut mendorong para peserta memanfaatkan workshop sebagai ruang untuk memperluas pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, proses belajar akan memberikan manfaat lebih besar apabila pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta, tetapi diteruskan kepada anggota komunitas dan masyarakat di sekitarnya.
“Kalau sudah kita sadari, diniati untuk mencari ilmu, bersama-sama belajar, insyaallah cepat masuknya,” ujar Karsono.
Karsono menilai, keberadaan KIM memiliki posisi strategis dalam mengenalkan berbagai potensi yang tumbuh di tengah masyarakat. Seni, aktivitas sosial, produk lokal, maupun beragam kegiatan warga dapat dikemas menjadi konten yang informatif dan memiliki daya tarik tersendiri apabila diolah dengan pendekatan kreatif.
Karena itu, ia meminta peserta tidak hanya berorientasi pada kemampuan membuat konten untuk kebutuhan komunitas masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh selama workshop juga diharapkan dapat dibagikan kepada anggota KIM lainnya sehingga manfaat pembelajaran berkembang lebih luas.
“Jangan takut tersaingi, tapi kewajiban menyampaikan. Jenengan yang mewakili, ada teman-teman, sampaikan,” katanya.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kreativitas dan produksi konten digital. Ainur Ridho, desainer sekaligus pemilik Donki Work Studio, memberikan materi mengenai kreativitas serta bagaimana mengembangkan sebuah gagasan menjadi karya visual yang komunikatif.
Sementara itu, Moh. Asyrofi, Founder Tuban Cekrek, membagikan pengalaman mengenai proses produksi dan pengelolaan konten digital. Materi tersebut memberikan perspektif praktis kepada peserta mengenai bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi konten yang sesuai dengan karakter media digital dan kebutuhan audiens.
Kombinasi materi kreativitas dan pengalaman produksi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada cara menemukan dan mengembangkan ide, tetapi juga diarahkan untuk melihat potensi di lingkungan sekitar sebagai sumber bahan informasi yang dapat dikemas secara kreatif.
Keikutsertaan pengelola KIM dari tiga kecamatan juga memberikan ruang bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman. Setiap wilayah memiliki karakter, aktivitas, dan potensi masyarakat yang berbeda, sehingga pengalaman antar-KIM dapat menjadi referensi dalam menentukan jenis konten yang relevan untuk dikembangkan.
Melalui kegiatan tersebut, pengelola KIM diharapkan semakin mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana informasi sekaligus ruang promosi potensi lokal. Kemampuan membuat konten yang menarik diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali berbagai aktivitas, kreativitas, dan potensi yang berkembang di wilayahnya.
Lebih dari sekadar menghasilkan konten, penguatan kapasitas pengelola KIM diharapkan mendorong terbentuknya ekosistem informasi masyarakat yang aktif. Pengetahuan yang diperoleh dari workshop dapat diteruskan kepada komunitas, sehingga kemampuan mengolah informasi dan menyampaikannya melalui media digital tidak hanya dimiliki oleh sebagian orang, tetapi berkembang di lingkungan masyarakat secara lebih luas.












