Sragen — Program pembangunan jalan cor melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan Kodim 0725/Sragen di Desa Puro tidak hanya menghadirkan perubahan pada sektor infrastruktur pedesaan, tetapi juga mulai menggerakkan harapan ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Di balik hamparan jalan beton yang kini membelah kawasan persawahan desa, tersimpan optimisme warga terhadap masa depan yang lebih baik.
Salah satu harapan itu datang dari Warno, warga Desa Puro, yang mulai merancang usaha warung sederhana di tepi jalan hasil pembangunan TMMD tersebut. Baginya, perubahan kondisi jalan yang kini lebih layak dan mudah dilalui telah membuka peluang usaha yang sebelumnya sulit dibayangkan ketika akses menuju area persawahan masih berupa jalan tanah berlumpur.
Pada Jumat (15/5/2026), Pak Warno menuturkan bahwa sebelum dilakukan pengecoran, jalur menuju area pertanian kerap menjadi hambatan utama bagi aktivitas warga. Saat musim hujan tiba, kondisi jalan berubah licin dan becek sehingga kendaraan sulit melintas. Akibatnya, kawasan tersebut relatif sepi dan kurang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kini situasi itu berubah signifikan. Jalan cor yang dibangun melalui program TMMD menghadirkan akses yang lebih baik bagi petani maupun warga yang setiap hari beraktivitas menuju sawah. Arus lalu lintas masyarakat meningkat, mobilitas hasil pertanian menjadi lebih lancar, dan kawasan yang sebelumnya sepi perlahan mulai hidup kembali.
Melihat perkembangan tersebut, Pak Warno mulai menangkap peluang baru. Ia berencana membuka warung kecil yang dapat dimanfaatkan warga untuk beristirahat sekaligus membeli kebutuhan ringan ketika berada di area persawahan.
Sekarang jalannya sudah bagus dan banyak orang lewat. Saya kepikiran ingin buka warung kecil di dekat sini supaya bisa menambah penghasilan dan membantu warga yang lewat,” ujar Pak Warno dengan penuh optimisme.
Bagi masyarakat Desa Puro, pembangunan jalan cor itu bukan sekadar proyek fisik semata. Kehadirannya mulai menghadirkan dampak berantai terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. Infrastruktur yang memadai mendorong meningkatnya aktivitas pertanian, mempercepat distribusi hasil panen, sekaligus membuka ruang tumbuhnya usaha-usaha kecil masyarakat di sekitar jalur tersebut.
Program TMMD Kodim 0725/Sragen pun kembali menunjukkan perannya sebagai upaya pembangunan terpadu yang tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas umum, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Jalan yang dahulu identik dengan lumpur dan keterisolasian kini berubah menjadi jalur produktif yang menumbuhkan semangat baru bagi warga untuk berkembang.
Di tengah suasana pedesaan yang terus bergerak menuju kemajuan, harapan sederhana Pak Warno menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan infrastruktur mampu menghadirkan perubahan sosial yang lebih luas. Dari sebuah jalan cor yang membentang di tengah sawah, lahir keyakinan baru tentang kesempatan, penghidupan, dan masa depan desa yang semakin sejahtera.












