Talud Jalan Jurangjero Dikerjakan Gotong Royong, Babinsa Turun Langsung Bantu Warga

  • Bagikan
IMG 20260915 WA0070

SRAGEN – Pembangunan infrastruktur desa tidak selalu bergantung pada proyek berskala besar. Di Dukuh Jurangjero Kidul, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, kebutuhan untuk memperkuat akses jalan justru diwujudkan melalui kekuatan gotong royong antara masyarakat dan TNI.

Semangat kebersamaan itu tampak pada Selasa (15/9/2026), ketika warga bersama personel Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen mengerjakan pembangunan talud jalan di wilayah tersebut. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan melibatkan Sertu Budi selaku Babinsa Desa Jurangjero bersama sejumlah anggota Koramil.

Para personel TNI tidak sekadar hadir untuk memantau jalannya pekerjaan. Mereka ikut turun ke lapangan dan terlibat langsung dalam proses pembangunan bersama masyarakat. Material dipersiapkan, pekerjaan fisik dikerjakan, dan setiap tahapan dilaksanakan secara bersama-sama.

Kehadiran talud menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan badan jalan. Struktur tersebut berfungsi memperkuat sisi jalan sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat gerusan air maupun pergerakan tanah. Terlebih, ketika intensitas hujan meningkat, kondisi badan jalan menjadi lebih rentan mengalami erosi.

Bagi masyarakat, pengerjaan secara gotong royong bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap fasilitas yang digunakan sehari-hari.

“Kalau dikerjakan bersama seperti ini, pekerjaan terasa lebih ringan dan cepat selesai. Yang paling penting jalan bisa lebih kuat dan masyarakat yang melintas juga merasa aman,” ujar salah seorang warga.

Sertu Budi mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan talud tersebut merupakan bagian dari Bakti TNI sekaligus bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya.

Menurutnya, pembangunan fasilitas umum akan memberikan hasil yang lebih optimal ketika masyarakat memiliki kepedulian dan kemauan untuk terlibat secara langsung. Gotong royong tidak hanya menghasilkan sebuah infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya saat ada persoalan, tetapi juga dalam kegiatan pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” kata Sertu Budi.

Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga kedekatan dengan warga. Melalui kehadiran di lapangan, Babinsa dapat mengetahui secara langsung berbagai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah tanggung jawabnya.

Hal senada disampaikan Wagito (47), warga setempat. Ia mengapresiasi keterlibatan Babinsa dan anggota Koramil yang bersedia turun langsung membantu pekerjaan pembangunan talud.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan dari Babinsa dan anggota Koramil. Kehadiran mereka ikut turun langsung bekerja bersama warga tentu sangat membantu,” ujar Wagito.

Menurutnya, pembangunan talud tersebut memiliki manfaat langsung bagi masyarakat karena dapat membantu menjaga kondisi jalan agar tidak mudah mengalami kerusakan.

“Pembangunan talud ini penting supaya jalan tidak mudah rusak dan tetap nyaman dilewati warga, terutama saat musim hujan,” imbuhnya.

Pembangunan talud di Jurangjero Kidul pada akhirnya tidak sekadar menjadi pekerjaan fisik untuk memperkuat badan jalan. Di balik pekerjaan tersebut terdapat semangat kebersamaan antara warga dan aparat kewilayahan, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan di tingkat desa dapat tumbuh dari kepedulian, partisipasi, dan gotong royong masyarakat.

Bagi warga Jurangjero, talud yang dibangun bersama itu bukan hanya penyangga badan jalan, tetapi juga menjadi gambaran nyata bahwa ketika masyarakat dan TNI bekerja dalam satu tujuan, persoalan lingkungan dapat dihadapi secara bersama-sama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *