Silaturahmi dan Berbagi Inspirasi, DWP Bojonegoro Pererat Kerja Sama dengan DWP Blitar

  • Bagikan
1000320903

BLITAR – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kapasitas organisasi dan memperluas jejaring kemitraan melalui kunjungan studi banding ke DWP Kabupaten Blitar, Selasa (3/6/2026). Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda kelembagaan, melainkan forum strategis untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta menggali berbagai inovasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan program organisasi di masing-masing daerah.

Rombongan DWP Kabupaten Bojonegoro dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emy Edi Susanto. Kedatangan mereka disambut oleh Penasehat DWP Kabupaten Blitar, Ninik Rijanto, Ketua DWP Kabupaten Blitar, Ita Eko Susanto, beserta jajaran pengurus.

Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, kedua organisasi perempuan tersebut membahas berbagai program pemberdayaan anggota, penguatan peran perempuan dalam pembangunan, hingga strategi meningkatkan kontribusi organisasi terhadap masyarakat.

Penasehat DWP Kabupaten Blitar, Ninik Rijanto, menilai kunjungan tersebut memiliki arti penting dalam mempererat hubungan antarorganisasi sekaligus membuka ruang pembelajaran yang saling menguntungkan. Menurutnya, studi banding menjadi sarana efektif untuk memperkaya wawasan dan memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pertukaran pengalaman nyata di lapangan.

Ia menegaskan bahwa setiap daerah memiliki keunggulan, pendekatan, dan pengalaman yang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Karena itu, forum seperti ini dinilai penting untuk memperluas perspektif sekaligus mendorong lahirnya berbagai terobosan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan studi banding memiliki nilai strategis karena menjadi media berbagi pengalaman, bertukar informasi, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan program kerja yang inovatif, bermanfaat, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ninik menekankan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki posisi penting sebagai organisasi perempuan yang berperan dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas sumber daya anggota, penguatan solidaritas organisasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman menjadi aspek yang harus terus diperkuat.

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emy Edi Susanto, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih intensif antardaerah. Menurutnya, interaksi langsung seperti ini memberikan kesempatan lebih luas untuk mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaan organisasi.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini pertemuan antar-DWP kabupaten umumnya berlangsung dalam forum tingkat provinsi. Melalui kunjungan studi banding, hubungan kelembagaan dapat dibangun secara lebih dekat sehingga proses pertukaran ide dan pengalaman menjadi lebih mendalam.

“Melalui kunjungan ini, kami dapat berdiskusi secara langsung, saling berbagi inspirasi, serta menggali berbagai ide kreatif yang nantinya dapat diadaptasi dan diterapkan di Kabupaten Bojonegoro,” kata Emy.

Sebelum mengikuti agenda sarasehan, rombongan DWP Kabupaten Bojonegoro juga melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Blitar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk tidak hanya berfokus pada penguatan internal, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Emy, sejumlah inovasi dan praktik baik yang telah dijalankan DWP Kabupaten Blitar dapat menjadi referensi berharga dalam pengembangan program kerja di Bojonegoro. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkaya pendekatan organisasi dalam menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan anggota maupun pelayanan sosial.

Ia optimistis hasil dari pertemuan tersebut akan melahirkan berbagai gagasan baru yang dapat diterjemahkan menjadi program-program yang lebih efektif, adaptif, dan berdampak luas.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi sumber inspirasi dan semangat baru untuk meningkatkan kualitas program kerja serta memperkuat pemberdayaan anggota Dharma Wanita Persatuan. Organisasi yang sehat dan berdaya akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah,” tuturnya.

Kunjungan studi banding tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antarorganisasi perempuan dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, pertukaran pengetahuan, penguatan jaringan, dan sinergi lintas daerah menjadi modal penting untuk menciptakan organisasi yang lebih responsif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Melalui forum seperti ini, Dharma Wanita Persatuan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga memperkokoh perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat daerah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *