SURAKARTA — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hangat di Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Babinsa Kratonan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta bersama Bhabinkamtibmas dan anggota Linmas turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan yang digelar pemerintah kelurahan, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Kratonan sejak pukul 09.00 WIB tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan dalam rangka menyemarakkan bulan kemerdekaan. Di balik suasana riang dan kompetitif, kegiatan itu menjadi ruang untuk mempererat komunikasi, membangun kekompakan, sekaligus memperkuat kedekatan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.
Babinsa Kratonan Serma Aris dan Serka Rochani bersama Bhabinkamtibmas serta Linmas mengikuti sejumlah lomba tradisional yang disiapkan panitia. Di antaranya lomba memasukkan pensil ke dalam botol, lomba kelereng, balap karung, serta berbagai permainan rakyat lainnya.
Sorak-sorai peserta dan suasana penuh canda mewarnai jalannya perlombaan. Meski berlangsung dalam nuansa rekreatif, para peserta tetap menunjukkan antusiasme dan semangat berkompetisi. Panitia juga menyediakan beragam hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus pemacu semangat bagi peserta.
Serma Aris mengatakan, keterlibatan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Linmas dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan yang harmonis antarelemen masyarakat, khususnya aparat yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan warga.
“Dalam rangka memeriahkan dan memperingati HUT RI ke-81, kami bersama Bhabinkamtibmas dan Linmas mengikuti berbagai lomba yang diselenggarakan Kelurahan Kratonan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk bersilaturahmi, bersenang-senang sekaligus mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Menurut dia, perlombaan rakyat memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perebutan hadiah. Tradisi tersebut menjadi salah satu cara sederhana untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan gotong royong yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat.
Senada dengan itu, Serka Rochani menilai kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut menjadi nilai utama yang patut dipertahankan. Perlombaan mempertemukan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Linmas dalam suasana yang cair, tanpa sekat kedinasan.
“Dalam kegiatan perlombaan ini kami mengedepankan kebersamaan, kekompakan dan keakraban, baik antara Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun Linmas. Ini menjadi cermin budaya Wong Solo yang menjunjung tinggi guyub rukun dan kebersamaan,” katanya.
Ia menambahkan, momentum peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Semangat kemerdekaan juga perlu diterjemahkan melalui hubungan sosial yang kuat, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan untuk bekerja bersama dalam menjaga lingkungan dan keamanan wilayah.
Serma Aris menegaskan, kegiatan semacam itu dapat menumbuhkan keharmonisan karena seluruh peserta berada dalam posisi yang sama sebagai bagian dari masyarakat. Perbedaan pangkat, jabatan maupun seragam tidak menjadi penghalang untuk membangun keakraban.
“Dengan adanya perlombaan seperti ini, rasa keharmonisan dan kebersamaan semakin tumbuh. Tidak mengenal pangkat, derajat maupun warna baju masing-masing. Kita semua adalah saudara,” pungkasnya.
Semangat tersebut menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat diisi dengan kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari sebuah perlombaan sederhana di halaman kelurahan, tumbuh pesan yang lebih besar: bahwa kemerdekaan juga dirawat melalui persatuan, kebersamaan dan hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.












