Prengki Wirananda Lulus UKW Tingkat Utama, SMSI Sumenep, Kompetensi Harus Memperkuat Profesionalisme

  • Bagikan
IMG 20260910 WA0142

SUMENEP – Upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme di tengah dinamika industri pers kembali ditunjukkan keluarga besar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep. Prengki Wirananda, salah satu pengurus SMSI Sumenep sekaligus Pemimpin Redaksi Klikmadura.com, berhasil dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Utama.

Uji kompetensi tersebut diselenggarakan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta bekerja sama dengan SKK Migas–KKKS Jabanusa di Hotel Platinum Surabaya, 8–10 September 2026.

Kelulusan pada jenjang UKW Tingkat Utama menjadi capaian penting dalam perjalanan profesional Prengki sebagai jurnalis. Jenjang tersebut tidak hanya menempatkan kompetensi sebagai ukuran kemampuan teknis, tetapi juga menuntut wartawan memahami tanggung jawab, etika, independensi, serta standar profesional dalam menghasilkan karya jurnalistik.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Prengki. Menurut dia, kelulusan tersebut merupakan prestasi personal sekaligus kebanggaan bagi organisasi.

“Selamat dan sukses kepada Saudara Prengki Wirananda yang telah lulus UKW Tingkat Utama. Ini merupakan capaian yang membanggakan, bukan hanya bagi pribadi yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga besar SMSI Sumenep,” ujar Wahyudi, Kamis (10/9/2026).

Wahyudi menilai peningkatan kompetensi wartawan menjadi kebutuhan yang semakin penting seiring perubahan lanskap media. Kecepatan distribusi informasi melalui media digital, menurut dia, harus berjalan beriringan dengan kemampuan melakukan verifikasi, menjaga akurasi, serta memahami kepentingan publik.

Karena itu, UKW tidak semestinya dipandang sebatas formalitas untuk memperoleh pengakuan kompetensi. Lebih dari itu, uji kompetensi merupakan bagian dari proses membangun budaya jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.

“Semoga kompetensi yang telah diraih dapat semakin memperkuat profesionalisme, independensi, dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik. Terus berkarya, menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Wahyudi, tantangan wartawan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan bagaimana sebuah informasi diperoleh dan disampaikan dengan cepat. Wartawan juga dituntut mampu memilah informasi, menguji kebenarannya, menghadirkan konteks yang memadai, serta mempertimbangkan dampak pemberitaan terhadap masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya penyebaran informasi yang belum terverifikasi, kemampuan tersebut menjadi semakin krusial. Kompetensi jurnalistik diperlukan agar media tetap memiliki pijakan yang kuat sebagai sumber informasi publik yang kredibel.

“Wartawan dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga tepat, kritis, dan bertanggung jawab. Karena itu, kelulusan UKW Tingkat Utama ini harus menjadi pijakan untuk terus memberikan karya jurnalistik terbaik bagi publik,” tegas Wahyudi.

Capaian Prengki sekaligus menjadi dorongan bagi insan pers di lingkungan SMSI Sumenep untuk terus mengembangkan kapasitas profesional. Kompetensi, integritas, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik menjadi fondasi yang harus berjalan beriringan dalam menghadapi perubahan ekosistem media.

Dengan kelulusan tersebut, Prengki diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sertifikasi, tetapi mampu menerjemahkan kompetensi yang diperoleh ke dalam praktik jurnalistik sehari-hari, menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, independen, kritis, serta memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *