NGAWI — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan. Di tengah kemajuan teknologi yang berlangsung cepat, kemampuan memahami sekaligus menggunakan AI secara bijak menjadi bagian penting dari literasi digital generasi muda.
Hal tersebut menjadi perhatian Polres Ngawi. Melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM), Polres Ngawi menggelar edukasi Paham AI bagi 150 siswa SMKN 2 Ngawi, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 2 Ngawi itu dirancang untuk memperkenalkan perkembangan teknologi AI kepada para pelajar, sekaligus membangun kesadaran mengenai cara memanfaatkannya secara positif, kritis, beretika, dan bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan diawali dengan absensi peserta dan pembukaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan Kepala SMKN 2 Ngawi, serta sambutan Ketua Tim Paham AI Polres Ngawi.
Setelah itu, para siswa mengikuti sesi utama berupa penyampaian materi edukasi yang diberikan oleh Trainer Paham AI Polres Ngawi. Materi diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai manfaat AI, sekaligus mengenalkan berbagai risiko yang dapat muncul apabila teknologi tersebut digunakan tanpa pertimbangan dan literasi digital yang memadai.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kabag SDM Polres Ngawi Kompol Budi Cahyono, S.Sos., M.A.P., menegaskan bahwa pesatnya perkembangan AI perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami teknologi secara proporsional.
“Pelajar harus mampu memanfaatkan teknologi AI untuk hal-hal positif, terutama untuk mendukung proses belajar dan mengembangkan kreativitas. Namun, penggunaannya harus tetap bijak, kritis, beretika, dan bertanggung jawab,” ujar Kompol Budi Cahyono saat dikonfirmasi media, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, AI dapat menjadi instrumen yang membantu proses pembelajaran apabila digunakan secara tepat. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi, mengembangkan ide, membantu memahami materi pelajaran, hingga mendorong kreativitas siswa.
Namun, kemudahan yang ditawarkan AI juga perlu disertai kesadaran terhadap batas penggunaannya. Pelajar tidak cukup hanya mengetahui bagaimana menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memahami konsekuensi dari setiap informasi atau konten yang dihasilkan melalui AI.
Karena itu, edukasi Paham AI diharapkan tidak berhenti pada pengenalan teknologi semata. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki kecakapan digital, mampu berpikir kritis terhadap informasi, serta memahami pentingnya etika dan tanggung jawab di ruang digital.
“Harapannya, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya. Dengan demikian, perkembangan AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan pendidikan dan kreativitas, bukan justru menimbulkan persoalan baru,” tambahnya.
Sebanyak 150 siswa SMKN 2 Ngawi mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Interaksi selama penyampaian materi menunjukkan tingginya perhatian pelajar terhadap perkembangan teknologi yang kini semakin berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan.
Bagi Polres Ngawi, edukasi semacam ini menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan pemahaman teknologi kepada generasi muda sekaligus menanamkan kesadaran bahwa kemajuan digital harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab.
Kegiatan edukasi Paham AI di SMKN 2 Ngawi berlangsung lancar. Melalui kegiatan tersebut, Polres Ngawi berharap para pelajar dapat tumbuh sebagai generasi yang tidak sekadar adaptif terhadap perubahan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara cerdas, produktif, dan berintegritas.












