PKKMB Unirow Tuban Bekali 986 Mahasiswa Baru Hadapi Era Digital dan Kecerdasan Buatan

  • Bagikan
IMG 20260917 WA0078

TUBAN — Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 sebagai gerbang awal bagi mahasiswa memasuki kehidupan perguruan tinggi. Kegiatan yang berlangsung hingga 19 September 2026 itu diikuti 986 mahasiswa baru.

Mengangkat tema “Bertumbuh, Berkarya, dan Berdampak: Membangun Generasi Unggul pada Era Digital dan Kecerdasan Buatan”, PKKMB tahun ini tidak sekadar diarahkan untuk memperkenalkan lingkungan kampus. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembekalan bagi mahasiswa agar mampu membaca perubahan teknologi, memahami perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta mempersiapkan kompetensi dan karakter untuk menghadapi tantangan masa depan.

Rektor Unirow Tuban, Warli, mengatakan 986 mahasiswa baru tersebut berasal dari beberapa skema pendidikan. Rinciannya terdiri atas 666 mahasiswa program sarjana (S1), 36 mahasiswa program magister, 148 peserta Pemenuhan Kualifikasi Akademik, serta 136 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurut Warli, jumlah tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap Unirow Tuban sebagai institusi pendidikan tinggi. Kepercayaan itu, kata dia, harus dibalas melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu sekaligus pembentukan karakter mahasiswa yang kuat.

“Kepercayaan ini harus dijawab dengan komitmen memberikan pendidikan berkualitas dan karakter yang kuat,” ujar Warli.

Ia menegaskan, perguruan tinggi tidak semata-mata menjadi tempat mahasiswa memperoleh pengetahuan akademik. Kampus juga merupakan ruang untuk membentuk kepribadian, mengembangkan potensi, mengasah kreativitas, menghasilkan karya, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan di tengah masyarakat.

Atas dasar itu, PKKMB dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kehidupan perguruan tinggi. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan kampus, sistem pembelajaran, aktivitas kemahasiswaan, hingga berbagai fasilitas yang dapat menunjang proses pendidikan selama menempuh studi di Unirow.

“PKKMB dirancang sebagai momentum bagi mahasiswa baru untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi, baik bidang akademik maupun non-akademik,” jelasnya.

Materi PKKMB juga diperluas pada isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan sosial, kebangsaan, dan perlindungan mahasiswa. Pembekalan mencakup wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya narkoba, pencegahan perundungan, serta pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari komunitas akademik yang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga kesadaran mengenai tanggung jawab sosial dan etika dalam kehidupan bersama.

Di tengah pelaksanaan PKKMB, Unirow Tuban juga menandai penguatan pendidikan kewirausahaan melalui peresmian Laboratorium Entrepreneurship Unirow Mart oleh Perkumpulan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP-PT PGRI) Tuban.

Unirow Mart yang berada di kawasan Kampus Biru tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk mengenal dan mengembangkan dunia usaha. Keberadaannya diharapkan mampu mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas dengan pengalaman nyata dalam mengelola kegiatan kewirausahaan.

Ketua PPLP-PT PGRI Tuban, Sudjarwoto, menegaskan Unirow Mart tidak diarahkan untuk menjadi pesaing bagi pelaku usaha masyarakat di sekitar kampus. Sebaliknya, unit tersebut diharapkan tumbuh melalui pola kolaborasi dan pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat.

“Barang-barang usaha utama masyarakat tidak akan menjadi fokus penjualan Unirow Mart. Potensi yang dimiliki harus diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Menurut Sudjarwoto, keberadaan Unirow Mart juga memiliki dimensi pendidikan. Mahasiswa dapat memanfaatkannya sebagai wahana untuk memperoleh pengalaman langsung dalam merancang, mengembangkan, dan mengelola usaha.

“Unit usaha ini diharapkan menjadi wahana pengembangan usaha di lingkungan kampus,” ucapnya.

Konsep tersebut sekaligus memperkuat orientasi Unirow dalam membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami teori bisnis, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan kreativitas, inovasi, kemampuan manajerial, dan keberanian mengambil peluang usaha.

Kehadiran laboratorium entrepreneurship menjadi semakin relevan di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat. Digitalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan telah mengubah cara masyarakat bekerja, berkomunikasi, menciptakan produk, hingga mengembangkan model bisnis baru.

Dalam konteks tersebut, tema PKKMB Unirow 2026 menempatkan teknologi bukan semata sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang. Mahasiswa didorong untuk memahami perkembangan AI secara kritis dan menggunakannya secara bijak, produktif, serta bertanggung jawab.

Kemampuan memanfaatkan teknologi diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan karakter. Kompetensi digital tanpa etika berpotensi kehilangan arah, sementara pendidikan karakter tanpa kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dapat menghadapi tantangan dalam menjawab kebutuhan zaman.

Karena itu, rangkaian PKKMB selama empat hari tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan itu menjadi tahap awal untuk memperkenalkan nilai-nilai akademik, membangun kesadaran sosial, menanamkan karakter, serta menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan lingkungan pendidikan dan dunia kerja.

Sebanyak 986 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB kini memasuki babak baru perjalanan akademiknya di Unirow Tuban. Dari lingkungan kampus inilah mereka diharapkan tumbuh sebagai sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Pada akhirnya, pesan yang dibawa PKKMB Unirow 2026 tidak berhenti pada kemampuan mahasiswa untuk mengenal kampus. Lebih jauh, mahasiswa diharapkan mampu bertumbuh melalui pendidikan, berkarya melalui kreativitas dan inovasi, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *