PJI Bojonegoro Hadirkan Cahaya Harapan, Warga Sumberrejo dan Kedungadem Nikmati Listrik Gratis

  • Bagikan
IMG 20260601 WA0062

BOJONEGORO – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Bojonegoro kembali menunjukkan peran kemandirian sosialnya di tengah masyarakat melalui program pemasangan instalasi listrik gratis bagi warga kurang mampu. Inisiatif kemanusiaan tersebut menyasar dua keluarga di Kecamatan Sumberrejo dan Kecamatan Kedungadem yang selama ini belum memiliki akses listrik mandiri yang memadai.

Program yang dilaksanakan pada Senin (1/6/2026) itu menjadi wujud nyata komitmen PJI Bojonegoro dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar yang sangat penting, yakni akses terhadap energi listrik.

Dua warga yang menerima manfaat dari program tersebut adalah Istikomah, warga RT 02 RW 04 Dusun Medalem Barat, Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, serta Suwono, warga RT 05 RW 02 Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem. Keduanya selama ini menghadapi keterbatasan akses listrik yang berdampak pada aktivitas sehari-hari maupun kenyamanan keluarga.

Bagi Istikomah, hadirnya sambungan listrik mandiri menjadi titik perubahan yang membawa harapan baru bagi keluarganya. Rumah yang sebelumnya belum memiliki fasilitas listrik sendiri kini telah mendapatkan penerangan yang layak. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memberikan dukungan bagi aktivitas pendidikan anak-anak di rumah.

Dengan penuh rasa syukur, Istikomah mengungkapkan bahwa bantuan tersebut merupakan sesuatu yang telah lama dinantikan keluarganya.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PJI Bojonegoro. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sekarang rumah kami sudah terang, dan anak-anak bisa belajar dengan lebih baik,” ujarnya dengan haru.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan Suwono, penerima manfaat lainnya di Kecamatan Kedungadem. Sebelum memperoleh bantuan, ia mengandalkan sambungan listrik dari rumah tetangga dengan kapasitas daya yang terbatas. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kendala dalam menjalankan aktivitas rumah tangga, terutama pada malam hari.

Menurut Suwono, keberadaan listrik mandiri tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga meningkatkan rasa aman bagi keluarganya.

“Maturnuwun sanget kagem PJI Bojonegoro. Dengan adanya listrik mandiri gratis ini, kami tidak perlu khawatir lagi. Aktivitas di malam hari menjadi jauh lebih mudah dan aman,” tuturnya.

Program sosial tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Ketua RW, A. Fuad Hasan, menilai bantuan yang diberikan PJI Bojonegoro merupakan bentuk kepedulian yang sangat relevan dengan kebutuhan warga.

Ia menjelaskan bahwa akses terhadap listrik merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Namun demikian, biaya pemasangan listrik baru masih menjadi kendala bagi sebagian keluarga berpenghasilan rendah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata dari PJI Bojonegoro yang telah membantu warga kami memperoleh penerangan yang layak. Biaya pemasangan listrik memang tidak murah bagi sebagian masyarakat. Bantuan ini sangat membantu dan meringankan beban mereka,” katanya.

Perwakilan PJI Bojonegoro menegaskan bahwa program pemasangan listrik gratis merupakan bagian dari agenda kemanusiaan yang akan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Organisasi tersebut berkomitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

Menurutnya, akses listrik yang memadai bukan sekadar soal penerangan, melainkan juga sarana untuk mendukung pendidikan, meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga, serta menciptakan lingkungan hidup yang lebih aman dan nyaman.

Melalui program ini, PJI Bojonegoro menunjukkan bahwa insan pers tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik sebagai penyampai informasi dan pengawas sosial, tetapi juga dapat berkontribusi secara langsung dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi sebagian warga, kehadiran program kemanusiaan semacam ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian sosial tetap memiliki ruang penting dalam pembangunan daerah.

Aksi tersebut sekaligus mempertegas bahwa peran jurnalis tidak berhenti pada pemberitaan semata, melainkan juga dapat menjadi penggerak perubahan yang menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat yang membutuhkan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *