WONOGIRI — Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Gunung Gajah, Dusun Dojo, Desa Ngabeyan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (22/8/2026). Kobaran api membakar vegetasi di kawasan perbukitan dan memicu respons cepat petugas gabungan untuk mencegah api menjalar ke wilayah yang lebih luas.
Regu pemadam kebakaran Kodim 0728/Wonogiri bersama personel Polres Wonogiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Search and Rescue (SAR), serta relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung dikerahkan ke lokasi setelah titik api diketahui.
Sesampainya di kawasan Gunung Gajah, petugas melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus kemungkinan rambatan api, terutama di tengah kondisi vegetasi yang mudah terbakar dan medan perbukitan yang menyulitkan mobilitas personel.
Dengan peralatan pemadam yang tersedia, petugas menyisir sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap dan berpotensi menyimpan bara. Penyisiran menjadi bagian penting dari proses penanganan untuk memastikan api tidak kembali menyala setelah kobaran utama berhasil dikendalikan.
Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui Pasi Ops Kapten Inf Suraji mengatakan, kondisi medan di kawasan Gunung Gajah menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman.
“Medan yang berada di kawasan perbukitan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Meski demikian, petugas tetap melakukan penanganan secara bersama-sama dan terus memantau perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan kebakaran tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan. Selain berupaya memadamkan api, petugas juga memastikan titik-titik rawan tidak berkembang menjadi sumber kebakaran baru.
Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, SAR, dan para relawan menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk memperkecil risiko kebakaran meluas. Penanganan di lapangan juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta potensi perubahan arah rambatan api.
Petugas mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca panas dan kering. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila melihat titik api, kepulan asap, maupun indikasi kebakaran di kawasan hutan dan lahan. Informasi yang diterima lebih awal dapat mempercepat pengerahan personel dan mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Kebakaran di Gunung Gajah kembali menjadi pengingat bahwa kondisi lahan kering pada musim kemarau dapat meningkatkan kerentanan kawasan hutan dan perbukitan terhadap kebakaran. Karena itu, kewaspadaan masyarakat serta kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan lingkungan dan permukiman di sekitarnya.
Dengan penanganan cepat dan kolaborasi lintas unsur, petugas berharap kebakaran dapat sepenuhnya dikendalikan serta tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan maupun masyarakat di wilayah Kecamatan Sidoharjo dan sekitarnya.












