Perkuat Kesiapsiagaan Warga, Babinsa Danukusuman Dampingi Pelatihan Penanggulangan Bencana

  • Bagikan
IMG 20260922 WA0053

SURAKARTA — Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana terus dilakukan di tingkat kelurahan. Babinsa Danukusuman Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serda Tito, turut mengikuti sekaligus memantau pelaksanaan pelatihan bagi Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) di Pendopo Sanggar Tanggul, RT 03/RW 14, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan relawan dan masyarakat dalam mengenali potensi ancaman bencana, mengambil langkah mitigasi, serta memberikan respons awal ketika kondisi darurat terjadi.

Sejumlah materi menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah setempat, peran masyarakat dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana, prosedur tanggap darurat, hingga teknik pertolongan pertama.

Selain kemampuan teknis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai mekanisme koordinasi ketika bencana terjadi. Aspek tersebut dinilai penting karena penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai unsur secara terpadu, mulai dari masyarakat, relawan, pemerintah daerah, hingga aparat kewilayahan.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara unsur kewilayahan dan masyarakat dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang lebih terorganisasi di tingkat kelurahan.

Serda Tito menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pelatihan, termasuk para relawan Destana yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian.

Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat di lapangan. Menurutnya, relawan yang memiliki kemampuan dan kesiapan yang baik akan menjadi salah satu unsur penting dalam memberikan respons awal sebelum bantuan yang lebih luas tiba.

“Kami berharap, dengan pelatihan ini, para relawan Destana semakin tangguh dan sigap dalam memberikan bantuan pertama saat bencana terjadi. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami membangun wilayah yang lebih siap dan aman,” ujar Serda Tito.

Melalui pelatihan tersebut, kesiapsiagaan tidak hanya ditempatkan sebagai tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi menjadi kesadaran bersama. Dengan masyarakat yang memahami risiko, mengetahui prosedur keselamatan, serta mampu berkoordinasi dalam keadaan darurat, upaya penanggulangan bencana di tingkat kelurahan diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan efektif.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *