BOJONEGORO — Senyum lega dan penuh harapan terpancar dari wajah para petani saat menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari keterbatasan tenaga kerja hingga tuntutan peningkatan produktivitas, bantuan tersebut menjadi angin segar yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Penyerahan bantuan dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro di kantor DKPP, Selasa (2/6/2026). Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian yang lebih efektif serta efisien.
Sebanyak delapan unit alsintan disalurkan kepada delapan kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) yang tersebar di berbagai kecamatan. Bantuan tersebut terdiri atas enam unit traktor roda dua, satu unit traktor roda empat, dan satu unit rice transplanter atau mesin tanam padi.
Penerima bantuan traktor roda dua meliputi Poktan Bina Karya II dan Poktan Bina Karya 01 Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Poktan Tani Makmur Diporono Desa Klampok Kecamatan Kapas, Poktan Sumber Mulyo Desa Bubulan Kecamatan Bubulan, Poktan Tani Mulyo Dua Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo, serta Gapoktan Tani Subur Desa Bayemgede Kecamatan Kepohbaru.
Sementara itu, bantuan rice transplanter diberikan kepada Poktan Subur Makmur Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno. Adapun bantuan traktor roda empat diserahkan kepada Poktan Sejahtera Desa Tlatah, Kecamatan Purwosari.
Bagi para petani, bantuan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar tambahan sarana produksi. Kehadiran alsintan dinilai mampu menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi di lapangan, terutama terkait ketersediaan tenaga kerja saat musim tanam dan pengolahan lahan berlangsung secara bersamaan.
Ketua Poktan Subur Makmur Desa Ngemplak, A. Kirnan, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan rice transplanter yang diterima kelompoknya. Menurut dia, mesin tanam padi tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi kegiatan budidaya padi yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi petani. Dengan adanya rice transplanter, pekerjaan tanam menjadi lebih cepat, lebih rapi, dan biaya tenaga kerja bisa ditekan,” ujarnya.
Kirnan menjelaskan bahwa setiap musim tanam, petani kerap menghadapi kendala keterbatasan tenaga kerja karena banyak wilayah melakukan penanaman secara serentak. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan keterlambatan proses tanam yang berdampak pada produktivitas tanaman.
Dengan adanya rice transplanter, proses tanam diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat waktu. Selain itu, pola tanam yang lebih rapi memungkinkan pertumbuhan tanaman menjadi lebih seragam sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen.
“Kalau tanam bisa lebih cepat, tanaman juga bisa tumbuh seragam dan hasil panen diharapkan meningkat. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan produksi pertanian,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kirnan memastikan bahwa alsintan yang diterima akan dimanfaatkan secara bersama-sama oleh seluruh anggota kelompok tani. Ia juga menegaskan komitmen kelompoknya untuk melakukan perawatan secara berkala agar alat tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani setempat.
Program bantuan alsintan ini menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dan produktif. Di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, dukungan teknologi diyakini menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus meningkatkan daya saing petani di daerah.
Melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian yang lebih maju, para petani kini tidak hanya memperoleh kemudahan dalam bekerja, tetapi juga harapan baru untuk mewujudkan hasil panen yang lebih optimal, efisiensi biaya produksi, serta peningkatan kesejahteraan keluarga petani di masa mendatang.












