Panen Padi Tiba, Babinsa Ngrombo Turun Sawah Dampingi Petani Sukarmin

  • Bagikan
IMG 20260922 WA0065

SRAGEN — Masa panen menjadi titik penting bagi petani setelah melalui rangkaian panjang budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman. Di Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, momentum tersebut turut mendapat pendampingan dari jajaran Koramil 10/Tangen sebagai bagian dari upaya mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Pada Selasa (22/9/2026), Sertu Sudarman selaku Babinsa Desa Ngrombo bersama seorang anggota Babinsa turun langsung ke area persawahan milik Sukarmin di Dukuh Sidorejo RT 20, Desa Ngrombo. Kehadiran mereka tidak sekadar memantau proses panen, tetapi juga berbaur dengan petani dalam aktivitas di tengah hamparan sawah.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari peran Babinsa dalam membantu masyarakat sekaligus membangun komunikasi langsung dengan petani. Dari kegiatan itu, Babinsa dapat melihat kondisi tanaman secara nyata serta mengetahui hasil yang diperoleh petani setelah melewati satu siklus masa tanam.

Sertu Sudarman mengatakan, pendampingan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan pertanian yang menjadi salah satu aktivitas utama masyarakat di wilayah binaannya.

“Kami hadir mendampingi petani mulai dari proses perawatan sampai panen. Saat panen seperti ini, kami ikut membantu dan melihat secara langsung hasil yang didapat petani,” ujar Sertu Sudarman.

Menurutnya, panen merupakan tahapan yang paling ditunggu petani karena menjadi hasil dari kerja panjang selama berbulan-bulan. Keberhasilan panen tidak terlepas dari berbagai proses yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian gangguan tanaman, hingga memastikan padi mencapai tingkat kematangan yang siap dipanen.

Di tengah aktivitas tersebut, Sudarman juga berdialog dengan Sukarmin untuk mengetahui kondisi lahan serta hasil panen yang diperoleh. Komunikasi semacam ini dinilai penting agar pendampingan di tingkat kewilayahan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Semoga hasil panennya baik dan bisa meningkatkan semangat petani untuk terus menanam. Kami akan terus mendampingi sesuai kebutuhan di lapangan,” imbuhnya.

Bagi Sukarmin, kehadiran Babinsa di tengah kegiatan panen menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi petani. Kehadiran aparat kewilayahan membuat petani merasa mendapat pendampingan dalam menjalankan aktivitas pertanian sehari-hari.

Lebih dari sekadar membantu proses panen, keterlibatan Babinsa juga memperkuat komunikasi antara TNI dan masyarakat di wilayah pedesaan. Interaksi langsung di sawah menjadi ruang untuk memahami persoalan petani sekaligus menjaga kedekatan aparat kewilayahan dengan warga.

Dengan berakhirnya masa panen, petani kembali bersiap menghadapi siklus pertanian berikutnya. Bagi masyarakat Desa Ngrombo, keberlanjutan kegiatan bercocok tanam bukan hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari keberlangsungan ekonomi keluarga dan kehidupan masyarakat desa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *