KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Masalembu, Polresta Sumenep Dirikan Tiga Posko Terpadu

  • Bagikan
Whatsapp image 2026 09 15 at 17.14.58

SUMENEP – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sumenep, Polda Jawa Timur, bergerak cepat menyikapi hilang kontaknya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di sekitar perairan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep. Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut dilaporkan membawa ratusan orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap operasi pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR), Polresta Sumenep mendirikan tiga Posko Terpadu Tanggap Darurat. Ketiga posko tersebut ditempatkan di Mapolresta Sumenep, Pelabuhan Kalianget, dan Polsek Masalembu.

Langkah itu ditempuh untuk memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus memastikan kesiapan personel apabila diperlukan dalam proses pencarian, evakuasi maupun penanganan korban.

Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu mengatakan, jajaran kepolisian terus membangun koordinasi intensif dengan berbagai unsur yang terlibat dalam operasi SAR.

“Polresta Sumenep telah menyiagakan tiga posko terpadu untuk mendukung penuh operasi pencarian dan pertolongan. Kami terus bersinergi dan berkoordinasi intensif dengan Basarnas, TNI, KSOP, pemerintah daerah, tim medis, serta otoritas pelabuhan,” ujar Kombes Pol Ariek, Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan laporan awal yang diterima, KM Virgo Transport 8 diketahui hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.05 WITA. Data manifes sementara mencatat terdapat 215 penumpang dan 30 awak kapal, sehingga total terdapat 245 orang yang berada di atas kapal.

Namun, kepolisian menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara. Data manifes terus diverifikasi dan diperbarui bersama instansi yang memiliki kewenangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi atau informasi yang belum jelas sumbernya, dan tetap memantau perkembangan resmi dari otoritas terkait,” kata Ariek.

Operasi pencarian kini melibatkan unsur SAR gabungan dengan cakupan wilayah laut yang luas. Basarnas telah bergerak menuju titik koordinat terakhir keberadaan kapal. Posko Operasi SAR juga didirikan di Dermaga Trisakti, Banjarmasin, sebagai salah satu pusat kendali operasi.

Sementara di wilayah hukum Polresta Sumenep, Satpolairud bersama Polsek Masalembu meningkatkan pengawasan di kawasan perairan dan pesisir. Kepolisian juga menggandeng masyarakat, khususnya komunitas nelayan, untuk membantu memberikan informasi apabila menemukan indikasi keberadaan kapal maupun benda yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

“Kami meminta masyarakat pesisir dan nelayan yang sedang melaut untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda, serpihan, atau keberadaan KM Virgo Transport 8. Sekecil apa pun informasi akan sangat berharga untuk proses evakuasi,” ujar Ariek.

Selain mengerahkan personel untuk mendukung pencarian di wilayah perairan, Polresta Sumenep juga menyiapkan pengamanan di sejumlah titik daratan yang berpotensi digunakan sebagai lokasi evakuasi maupun tempat penerimaan korban apabila operasi pencarian menemukan penumpang dan awak kapal.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif kepolisian untuk memastikan setiap tahapan penanganan dapat berlangsung secara terkoordinasi, mulai dari pencarian di laut hingga kemungkinan evakuasi dan penanganan korban di daratan.

Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di kawasan perairan sekitar lokasi terakhir kapal dilaporkan berada. Upaya pencarian terus dilakukan dengan mengandalkan koordinasi lintas instansi serta dukungan informasi dari masyarakat pesisir dan para nelayan.

“Kami berharap proses pencarian berjalan lancar dan seluruh penumpang serta kru kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” pungkas Kombes Pol Ariek.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *