Dinkes P2KB Tuban Tanamkan Kebiasaan Hidup Bersih Sejak Bangku Sekolah

  • Bagikan
IMG 20260917 WA0049

TUBAN – Kebiasaan hidup bersih tidak selalu harus dimulai dari langkah yang rumit. Bagi anak-anak usia sekolah, membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun justru menjadi salah satu cara sederhana yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sekaligus mencegah penyebaran penyakit.

Pesan tersebut menjadi bagian utama dalam Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban di SDN Grabagan 1, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan edukatif itu diikuti puluhan siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan didampingi para guru. Tidak sekadar menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan tangan, petugas kesehatan juga memberikan pembelajaran secara langsung mengenai tata cara mencuci tangan yang benar melalui enam langkah sesuai standar kesehatan.

Para siswa diperkenalkan pada waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, terutama sebelum dan sesudah melakukan berbagai aktivitas. Pendekatan tersebut diharapkan membuat CTPS tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi lingkungan sekolah, pembiasaan tersebut memiliki arti penting. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk perilaku dan karakter anak, termasuk kesadaran menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Kepala SDN Grabagan 1, Sumarto, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan kampanye tersebut. Ia menilai edukasi mengenai CTPS menjadi bagian penting dalam upaya melindungi peserta didik dari berbagai risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu kesehatan maupun aktivitas belajar.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini di sekolah kami. Edukasi CTPS ini sangat penting untuk membentengi para siswa dari infeksi penyakit, sehingga mereka bisa mengikuti proses belajar mengajar dalam kondisi tubuh yang sehat dan optimal,” kata Sumarto.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, MH, menegaskan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat perlu dikenalkan sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, fase tersebut merupakan momentum penting untuk membangun kebiasaan yang dapat terbawa hingga anak tumbuh dewasa.

“Kampanye cuci tangan pakai sabun ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan langkah krusial untuk melindungi anak-anak kita dari berbagai ancaman penyakit menular. Kami ingin membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ini dimulai dari lingkungan sekolah,” ujar Roikan.

Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran kesehatan anak. Ketika kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dilakukan secara benar dan berulang, perilaku tersebut diharapkan menjadi bagian alami dari keseharian siswa.

Kampanye CTPS itu pun tidak diarahkan berhenti di lingkungan sekolah. Dinkes P2KB Tuban bersama pihak sekolah berharap para siswa dapat membawa pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Dengan demikian, edukasi kesehatan yang diberikan di ruang kelas dan lingkungan sekolah dapat berkembang menjadi praktik sehari-hari di tengah keluarga dan masyarakat. Dari kebiasaan sederhana mencuci tangan dengan sabun, tumbuh kesadaran yang lebih luas bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *