Chistiono Pergi untuk Selamanya, Duka Mendalam Selimuti Komunitas Ojol Bojonegoro

  • Bagikan
IMG 20260522 WA0072

BOJONEGORO — Suasana duka menyelimuti komunitas pengemudi ojek online di Kabupaten Bojonegoro setelah seorang driver bernama Chistiono meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Desa Sukowati, Kecamatan Kapas.

Korban mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama dua hari akibat luka berat yang dideritanya dalam insiden yang diduga dipicu sepeda motor terparkir di badan jalan dengan kondisi penerangan minim.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 17 Mei 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, di ruas jalan dekat dealer Mitsubishi dan gudang pipa di Desa Sukowati. Saat kejadian, Chistiono diketahui baru saja menyelesaikan pesanan dan melaju seorang diri menggunakan sepeda motor dari arah pusat kota Bojonegoro.

Menurut keterangan saksi di lokasi, sejumlah remaja yang menggunakan sepeda motor trail berhenti di jalur kendaraan roda dua. Posisi kendaraan disebut belum sepenuhnya berada di bahu jalan sehingga menutup sebagian lajur yang biasa dilalui pengendara.

Kondisi jalan yang gelap dan minim lampu penerangan diduga membuat sepeda motor tersebut sulit terlihat dari kejauhan.

Korban melintas dari arah kota. Motor trail berada di jalur roda dua dan situasi cukup gelap. Korban diduga terlambat menyadari keberadaan kendaraan itu. Saat hendak menghindar juga ada mobil di sisi kanan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” ujar seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan, para remaja tersebut diduga sedang mencari dompet yang terjatuh sebelum kecelakaan berlangsung. Dalam situasi panik dan terburu-buru, kendaraan mereka disebut belum sempat dipindahkan secara aman ke tepi jalan.

Benturan keras membuat Chistiono terpental dan mengalami cedera serius, terutama pada bagian kepala. Warga sekitar bersama pengguna jalan lainnya segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Selama dua hari, tim medis melakukan penanganan intensif di ruang ICU. Namun kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 20 Mei 2026.

Pihak kepolisian membenarkan bahwa kasus tersebut saat ini telah ditangani Satlantas Polres Bojonegoro. Aparat masih melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, mengatakan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Namun, para remaja yang terlibat tidak dilakukan penahanan karena masih berstatus pelajar tingkat SMA dan sedang menjalani ujian sekolah.

Perkara sudah kami tangani sesuai prosedur. Untuk remaja yang terlibat tidak dilakukan penahanan karena masih berstatus pelajar SMA dan sedang menjalani ujian,” ujarnya.

Kepergian Chistiono meninggalkan luka mendalam bagi keluarga maupun rekan-rekan sesama pengemudi ojek online. Di mata koleganya, korban dikenal sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

Selain menjadi tulang punggung keluarga, Chistiono juga dikenal aktif membantu rekan-rekannya di lapangan ketika menghadapi kesulitan saat bekerja.

Kini, dua anak korban yang masih berusia sekitar 10 tahun dan 2 tahun harus kehilangan sosok ayah di usia yang masih sangat membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat penting mengenai keselamatan berlalu lintas, khususnya terkait kewajiban menghentikan kendaraan di lokasi aman dan memastikan keberadaan kendaraan tetap terlihat oleh pengguna jalan lain, terlebih pada malam hari dengan kondisi penerangan terbatas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *