Bus Gunung Harta Oleng di Pantura Tuban, 13 Penumpang Selamat

  • Bagikan
Bawa belasan penumpang bus gunung harta tabrak pohon di jalur pantura tuban thumbnail

TUBAN – Perjalanan sebuah bus Gunung Harta di jalur Pantura Widang–Tuban berakhir dengan kecelakaan tunggal setelah kendaraan tersebut tiba-tiba kehilangan kendali dan menghantam pohon di sisi jalan. Insiden terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Selasa (15/9/2026).

Bus bernomor polisi N-7793-UA itu membawa 13 penumpang dan dua orang kru. Meski benturan mengakibatkan kendaraan mengalami kerusakan cukup berat, seluruh penumpang, sopir, dan kru dilaporkan selamat. Tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tuban Ipda Rizky Dwi Prasetyo menjelaskan, kecelakaan bermula ketika bus yang dikemudikan Ade Saputra (47), warga Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, melaju dari arah selatan.

Saat memasuki wilayah Desa Sumberagung, kendaraan mendadak bergerak ke sisi kiri. Bus kemudian keluar dari jalur kendali dan menabrak sebuah pohon yang berada di tepi jalan.

Menurut Rizky, faktor kurang berhati-hati dan konsentrasi pengemudi terhadap kondisi di depan kendaraan diduga menjadi penyebab kecelakaan.

“Diduga saat mengemudikan busnya, sopir kurang berhati-hati dan kurang penuh konsentrasi ke depan,” ujar Rizky.

Benturan tersebut menyebabkan bagian bus mengalami kerusakan parah. Polisi memperkirakan nilai kerugian material mencapai sekitar Rp20 juta.

Di tengah kerasnya benturan, kondisi seluruh penumpang justru tidak mengalami dampak serius. Mereka berhasil menyelamatkan diri dan tidak ditemukan adanya korban yang harus mendapatkan penanganan medis akibat kecelakaan tersebut.

Setelah menerima laporan, personel Satlantas Polresta Tuban mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan yang diperlukan untuk memastikan rangkaian peristiwa dan faktor penyebab kecelakaan.

Kecelakaan tersebut menjadi pengingat bahwa jalur Pantura, yang menjadi salah satu koridor utama pergerakan kendaraan antarkota, menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap pengemudi, terlebih saat membawa banyak penumpang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *