Bersih Dusun Sambi, Tradisi Leluhur yang Menyatukan Warga dan Aparat dalam Semangat Gotong Royong

  • Bagikan
IMG 20260602 WA0091

Wonogiri – Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, masyarakat Dusun Sambi, Desa Ketos, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Melalui kegiatan Bersih Dusun yang digelar pada Selasa (2/6/2026), warga kembali meneguhkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta penghormatan terhadap tradisi leluhur yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.

Mengusung tema “Merawat Bumi, Menjaga Tradisi Sambi yang Berbudaya”, kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 11.00 WIB dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, pemerintah desa, serta aparat keamanan. Suasana penuh keakraban dan semangat gotong royong mewarnai setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara tertib dan khidmat.

Tradisi Bersih Dusun tidak sekadar menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga merupakan simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai nikmat dan keberkahan yang diterima selama setahun terakhir. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini menjadi ruang bersama yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang, sekaligus memperkuat hubungan sosial yang telah terjalin sejak lama.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan, personel dari Koramil 25/Paranggupito Kodim 0728/Wonogiri bersama anggota Polsek Paranggupito dan aparat desa setempat turut hadir melakukan pengamanan. Kehadiran aparat tidak hanya berfungsi menjaga ketertiban, tetapi juga menjadi wujud nyata sinergi antara masyarakat dan institusi negara dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

Sejumlah tokoh dan pejabat setempat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Babinsa Koramil 25/Paranggupito Serda Setiyo Hadi, anggota Polsek Paranggupito Aiptu Dwiyatmo dan Aiptu Wiwin Tri H, Kepala Desa Ketos Sukatno, Kepala Dusun Sambi Saryono, serta anggota perlindungan masyarakat (Hansip) Ariyanto dan Guladi.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Ketos, Sukatno, menegaskan bahwa tradisi Bersih Dusun memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

“Bersih Dusun merupakan warisan budaya yang perlu terus dilestarikan oleh generasi muda. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sepanjang kegiatan berlangsung, semangat gotong royong terlihat begitu kuat. Warga secara bersama-sama berpartisipasi dalam berbagai rangkaian acara, bekerja berdampingan dengan anggota TNI, Polri, dan perangkat desa. Pemandangan tersebut mencerminkan masih kokohnya nilai solidaritas sosial yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat pedesaan di wilayah selatan Wonogiri.

Lebih dari sekadar menjaga tradisi, kegiatan Bersih Dusun juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup. Pesan tentang pelestarian alam dan tanggung jawab sosial disampaikan secara nyata melalui keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Sinergi yang terbangun antara warga, pemerintah desa, serta aparat keamanan menjadi salah satu faktor utama yang mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan tahun ini. Kehadiran seluruh unsur tersebut menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga masyarakat dapat mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.

Berakhirnya kegiatan Bersih Dusun Sambi tahun 2026 menegaskan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan masyarakat modern. Di tengah berbagai perubahan sosial yang terjadi, nilai-nilai gotong royong, persaudaraan, dan penghormatan terhadap alam tetap menjadi fondasi penting yang dijaga bersama.

Melalui semangat “Merawat Bumi, Menjaga Tradisi Sambi yang Berbudaya”, masyarakat Dusun Sambi tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memberikan teladan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan kearifan lokal. Tradisi ini diharapkan terus hidup dan berkembang sebagai sumber inspirasi bagi generasi mendatang dalam membangun masyarakat yang harmonis, berbudaya, dan peduli terhadap lingkungan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *