SRAGEN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Blangu, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, mendapat pengawalan dari aparat kewilayahan. Kehadiran Babinsa tidak sekadar memastikan makanan tersalurkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar program pemerintah tersebut berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai dengan penerima manfaat yang telah ditetapkan.
Babinsa Desa Blangu Koramil 12/Gesi, Koptu Agus Dwi, bersama sejumlah anggota turun langsung ke lokasi pelaksanaan MBG di Dukuh Wahyu RT 04, Senin (14/9/2026).
Di lokasi, petugas melakukan pengecekan terhadap data penerima manfaat sekaligus memantau proses penyaluran makanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan bergizi yang telah disiapkan benar-benar diterima oleh pihak yang menjadi sasaran program.
Pengawasan di lapangan menjadi penting karena keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan, tetapi juga oleh ketepatan proses distribusinya. Setiap tahapan perlu berjalan secara tertib agar manfaat program dapat diterima secara optimal.
“Kami turun langsung untuk memastikan penerima manfaat sesuai dengan data dan penyalurannya berjalan dengan baik. Kalau ada hal yang perlu dikoordinasikan, bisa segera diketahui di lapangan,” ujar Koptu Agus Dwi.
Selain melakukan pemantauan, Babinsa juga membangun komunikasi dengan para pekerja yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. Interaksi tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memastikan koordinasi di lapangan tetap berjalan dengan baik.
Menurut Koptu Agus Dwi, komunikasi yang terjaga antara aparat kewilayahan dan para pelaksana program dapat membantu mempercepat penyelesaian apabila muncul kendala selama proses distribusi.
“Selain melaksanakan pengecekan, kami juga menjaga silaturahmi dengan para pekerja. Harapannya komunikasi tetap terjalin dengan baik sehingga pelaksanaan MBG di wilayah Blangu semakin lancar,” katanya.
Pengawalan tersebut sekaligus menunjukkan peran aparat kewilayahan dalam mendukung program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pemantauan secara langsung, potensi persoalan dalam pelaksanaan program dapat lebih cepat diketahui dan dikoordinasikan.
Di Desa Blangu, pelaksanaan MBG pun diharapkan tidak berhenti pada tersalurkannya makanan, tetapi mampu memastikan manfaat program benar-benar sampai kepada penerima yang dituju secara tertib dan berkelanjutan.












