Babinsa Plupuh Turun ke Sawah, Kendalikan Gulma untuk Menjaga Produktivitas Padi

  • Bagikan
IMG 20260902 WA0141

SRAGEN — Upaya menjaga produktivitas pertanian tidak selalu dilakukan melalui penyuluhan dan imbauan. Di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, pendampingan terhadap petani dilakukan secara langsung dengan terjun ke lahan persawahan dan ikut mengerjakan proses perawatan tanaman.

Babinsa Koramil 20/Plupuh, Serka Suramto, bersama dua anggota Babinsa lainnya turun ke sawah bergabung dengan Kelompok Tani Margo Mulyo untuk membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman padi. Kegiatan tersebut berlangsung di Dukuh Sawahan RT 02, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Rabu (2/9/2026).

Dengan peralatan sederhana, para Babinsa dan petani bekerja berdampingan membabat serta membersihkan rumput liar yang tumbuh di sela-sela tanaman. Pengendalian gulma menjadi bagian penting dalam pemeliharaan tanaman karena keberadaannya dapat mengurangi ketersediaan air dan unsur hara yang dibutuhkan padi untuk tumbuh secara optimal.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan ketahanan pangan (Hanpangan) yang dilakukan Koramil 20/Plupuh. Pendampingan itu diarahkan tidak hanya untuk membantu pekerjaan petani, tetapi juga memastikan berbagai persoalan yang muncul selama proses budidaya dapat diketahui sejak dini.

“Kami tidak ingin hanya memberikan imbauan dari pinggir sawah. Babinsa harus ikut turun bersama petani, melihat kondisi tanaman sekaligus membantu pekerjaan yang memang bisa dilakukan bersama,” ujar Serka Suramto.

Menurutnya, keberhasilan budidaya padi sangat dipengaruhi oleh perawatan tanaman secara berkelanjutan. Karena itu, petani didorong untuk melakukan pemeliharaan secara rutin, termasuk mengendalikan pertumbuhan gulma dan memantau perkembangan tanaman dari waktu ke waktu.

Bagi Babinsa, kegiatan di persawahan juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan petani. Dari interaksi tersebut, berbagai persoalan yang berkaitan dengan kondisi tanaman maupun kebutuhan petani dapat diketahui secara lebih nyata dan selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak terkait apabila diperlukan.

“Kalau ada kendala di lapangan, bisa langsung diketahui dan dikoordinasikan. Harapannya tanaman padi tumbuh sehat dan hasil panen petani semakin baik,” katanya.

Kehadiran Babinsa mendapat apresiasi dari Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo, Sutiyo. Ia menilai keterlibatan aparat kewilayahan yang bersedia bekerja bersama petani memberikan dorongan moral sekaligus motivasi bagi anggota kelompok tani.

Menurut Sutiyo, pendampingan yang dilakukan secara langsung menunjukkan bahwa petani tidak berjalan sendiri dalam mengelola lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Kegiatan sederhana di tengah hamparan sawah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan ketahanan pangan berawal dari kerja-kerja nyata di tingkat paling dekat dengan petani. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, perawatan tanaman diharapkan semakin optimal sehingga produktivitas lahan dan hasil panen dapat terus terjaga.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *